Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Boalemo dengan ibu kota Tilamuta merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Gorontalo pada tahun 1999. Kabupaten Boalemo dibentuk pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo.

Saat kamu mengunjungi Gorontalo, tidak ada salahnya untuk menyambangi beberpa tempat wisata di Boalemo, salah satu kabupaten yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Gorontalo, berbatasan dengan Laut Sulawesi di sebelah utara, teluk Tomini di sebelah selatan, Kabupaten Pohuwato di sebelah barat dan Kabupaten Gorontalo di sebelah timur.

Letaknya yang berbatasan dengan Teluk Tomini tentu sangat berpengaruh pada potensi wisata alamnya yang menarik. Ada beberapa destinasi wisata unggulan yang menarik untuk dikunjungi di kabupaten ini. Berikut daftar tempat wisata di Boalemo terbaru dan paling hits dikunjungi yang kami rekomendasikan:

1. Pulo Cinta

sumber foto dari http://www.herrytjiang.com

Pulo Cinta yang eksotis di Kabupaten Boalemo menjadi ujung tombak pariwisata Provinsi Gorontalo. Lokasinya yang berada di Teluk Tomini yang tenang membuat pulau ini ramai dikunjungi wisatawan luar negeri dan nusantara. Mereka tetarik dengan bentuknya yang menyerupai hati bila dilihat dari atas.

Teluk Tomini adalah teluk terbesar di dunia yang berada di garis khatulistiwa, menjadikan Pulo Cinta sebagai tempat wisata yang memikat bagi wisatawan mancanegara dan nusantara. Panoramanya sangat indah.

 Pulo Cinta sebenarnya adalah gundukan pasir lembut di tengah Teluk Tomini. Jika air pasang, gundukan pasir ini akan terendam namun tidak dalam, saat air laut surut gundukan pasir halus ini dipenuhi burung dara laut dan jenis lain.

Karena keunikan inilah Pulo Cinta ini akhirnya menjadi pulau impian bagi mereka yang menyukai romantisme berwisata. Destinasi ini menjadikan Gorontalo sebagai daerah tujuan utama di kawasan Sulawesi. Bahkan banyak pengakuan wisatawan mancanegara yang mengatakan Pulo Cinta ini Maldives-nya Indonesia. Siapa pun yang menjejakkan kakinya di Pulo Cinta ini yang terasa adalah romantisme hidup. Mereka yang melancong ke sini akan merasakan kebesaran cinta dan memiliki spirit untuk terus mengabarkan keagungan cinta.

sumber foto dari http://oknusantara.com/pulau-cinta-boalemo-detail-46029.html

Saat senja, matahari merah besar akan luber di cakrawala, detik demi detik bulatan jingga merah besar ini turun di batas cakrawala. Peristiwa eksotis ini dapat disaksikan melalui jendela kamar atau teras cottage yang berada di atas pasir putih. Sementara angin lembab penuh uap air tak henti memberi kesegaran tubuh. Menjelang malam saat langit dipenuhi mega jingga, adalah atraksi yang spektakuler. Mega merah berbagai bentuk menghias langit seakan alam tak henti menyajikan keindahannya. Demikian juga saat malam, di lokasi ini Tuhan juga bermurah dengan menghias langit penuh bintang. Wisatawan akan menemukan keberartian hidup di tengah Teluk Tomini yang molek ini.

2. Makam Raja Sultan Hurudji

sumber foto dari https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/

Sultan Hurudji merupakan Raja Pertama Boalemo yang dinobatkan pada tahun 1607 M atau sekitar abad ke 16 silam. Makam Sultan Hurudji adalah makam tua yang sudah hadir sejak zaman kolonial Belanda. Dan nama Sultan Hurudji sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Boalemo. Raja pertama Boalemo ini bernama lengkap Raja Hurudji Bin Idrus Andi Mappanyuki. Dan makamnya berada di dalam sebuah mesjid megah. Siapa pun yang datang ke lokasi makam, pasti kaget dengan kemegahan yang ada. Di depan mesjid tertulis Makam Raja Hurudji Bin Idrus Andi Mappanyuki (1604-1686) Pembuka / Pendiri Wilayah Boalemo, Tilamoeta-Gorontalo “Olongia Lolipu”. Dilihat dari tulisan dan jenis huruf yang ada, ini sudah ada sejak dulu.

Konon menurut sejarah asal usulnya, pada abad 16 silam, ada sebuah pulau ditemukan rombongan pedagang ketika berlabuhnya perahu besar yang dikenal Jarangga. Rombongan ini dinahkodai Idrus Andi Is Mapanyuki yang tidak lain orang tua Raja Hurudji yang sempat mengarungi perdagangan menuju Kepulauan Ternate. Dalam rombongan para pedagang itu ikut pula sang isterinya, Zaenab Sultan Babullah bersama empat orang putranya, masing-masing Hurudji yang lahir 1578 M, Mauhe lahir sekitar 1579 M, Humongio lahir 1580 M dan Hutudji lahir 1582 M.

sumber foto dari https://www.liber.co.id/

Raja Hurudji beserta isterinya, Tawila wafat pada tahun 1686 M yang saat itu bertepatan hari Jumat secara bersamaan dan hanya dibedakan oleh waktu. Keduanya dimakamkan di atas sebuah bukit kecil yang kini nampak megah ini. Makam ini terletak di Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta atau tepat berada di tepi jalan ketika hendak menuju Pelabuhan Perikanan. Posisi makam Raja Sultan Hurudji berada di dalam mesjid.

Akses menuju lokasi makam Sultan Hurudji dari Pusat Ibukota Provinsi Gorontalo, dapat di tempuh dalam waktu 2 jam dengan menggunakan kenderaan bermotor, baik yang beroda dua maupun beroda empat. Selain dapat berkunjung ke makam bersejarah ini, pengunjung pun dapat melakukan kunjungan wisata menarik lainnya yang ada di Kabupaten Boalemo

3. Tugu Pahlawan Boalemo

sumber foto dari http://ingorontalo.tumblr.com/

Tugu Boalemo adalah salah satu landmark tertua di Kabupaten Boalemo, karena dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Terletak di Pusat Kota Tilamuta, tepatnya di Alun-alun Boalemo, jalan Abas Machmoed. Kawasan ini menjadi pusat perhatian warga Boalemo untuk menghabiskan waktu hingga malam hari.

sumber foto dari https://dilokasi.com/Gorontalo/Places/Tugu-Boalemo-1758188

Keseruan di Alun-Alun Boalemo bisa dinikmati dengan berolahraga, mulai dari bermain basket, sepakbola, lari hingga bermain bulutangkis. Biasanya alun-alun paling ramai saat malam kamis, malam sabtu dan hari minggu. Lokasi sekitar alun-alun juga merupakan pusat pemerintahan Boalemo karena berseberangan dengan Kantor serta Rumah Jabatan Bupati Boalemo.

WordPress Image Lightbox