Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Indahnya Kabupaten Nias Barat

Nias (bahasa Nias Tanö Niha) adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia, dan secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar dan paling maju di antara jejeran pulau-pulau di pantai barat Sumatera, dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini memiliki objek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, fahombo (lompat batu).

Jika kita membicarakan mengenai destinasi tempat wisata di Indonesia, maka bahan perbincangan tak akan pernah habis. Banyak sekali destinasi wisata yang pastinya akan sanggup untuk menyihir dan membuat kalian jatuh cinta pada pandangan pertama. Hal ini dikarenakan indonesia adalah satu negara dengan wisata alam terbaik dunia yang tak bisa di anggap remeh begitu saja. Banyak sekali destinasi wisata alam di Indonesia yang sudah terkenal tidak hanya di dalam negeri saja, namun sudah terkenal hingga ke mancanegara. Salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal adalah salah satu pulau di Sumatra, yaitu Nias. Sebuah pulau yang banyak sekali menyimpan potensi wisata yang unik, menarik dan pastinya cantik.

Kali ini kita akan membahas beberapa tempat wisata di Nias Barat. Ada beberapa lokasi wisata di Nias Barat yang tak bisa kalian lewatkan begitu saja. Daerah ini memiliki beragam jenis destinasi wisata yang pastinya akan membuat waktu libur menjadi lebih menyenangkan dan lebih berkesan. Beberapa destinasi wisata di Nias Barat yang harus kalian kunjungi.

1. Pulau Asu

sumber foto dari https://www.pemburuombak.com

Mungkin dari kalian ada yang belum mendengar nama Pulau Asu. Pulau Asu adalah bagian dari wilayah Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Luas pulau ini kurang lebih 18 km dengan penghuni tetap sekitar 20 kepala keluarga. Destinasi pariwisata Pulau Asu bisa dibilang salah satu destinasi pariwisata terindah di Nias Barat karena memang pulau ini memiliki keindahan alam yang sadis alias luar biasa.

Birunya langit bertemu dengan birunya laut, itulah yang akan kalian temui jika mendatangi pulau yang masih dibilang perawan ini. Pasir putih nan bersih, jernihnya air laut, dan sepoy angin yang membuat Nyiur daun kelapa melambai lambai menambah nilai eksotisme tersendiri bagi pulau ini. Di pulau ini, kalian bisa melakukan banyak aktivitas seperti bersantai di pinggir pantai, trecking mengelilingi pulau, snorkling, memancing dan bahkan surfing.

sumber foto dari https://www.jelajahpulau.com/tour/pulau-asu-4d3n/

Jangan salah, disini juga kalian para Pemburu Ombak juga bisa surfing lho. Pulau Asu memiliki ombak dengan tinggi 4 sampai 7 meter dan panjang ombak mencapai 200 meter. Wow kan? Kebanyakan surfer mancanegara yang datang ke pulau ini, bahkan mereka bisa tinggal di pulau ini untuk 1 hingga 2 bulan. Selain untuk surfer, pulau ini juga memanjakan mata bagi para pecinta diving dan snorkling karena pemandangan bawah lautnya pulau ini sangatlah indah. Tersedia berbagai jenis ikan yang mempesona serta berbagai terumbu karang yang sehat dan berwarna.

Untuk kalian yang ingin kesini dapat menggunakan pesawat dari Bandara Kuala Namu di Medan menuju Bandara Binaka di Gunung Sitoli. Dari Gunung Sitoli kalian dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Sirombu dengan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 2 jam. Dan dari Sirombu ada dua pilihan untuk menuju ke obyek wisata Alam Pulau Asu. Kalian dapat menumpang kapal reguler atau menggunakan speed boat. Jika memilih menggunakan kapal reguler akan menghabiskan waktu tempuh 2 jam untuk sampai ke Pulau Asu. Sedangkan menggunakan speed boat hanya memerlukan waktu 40 menit.

2. Desa Bawomataluo

sumber foto dari https://wisatafavorit.com/berpetualang-ke-desa-bawomataluo-nias-sumatera-utara

Bagi Anda yang mencintai wisata budaya di Indonesia, Pulau Nias bisa menjadi tujuan wisata yang baik. Terletak di Provinsi Sumatera Utara dan menawarkan banyak tempat bagi wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan budaya setempat, termasuk Desa Bawomataluo. Ada apa dengan Desa Bawomataluo? Desa ini memiliki banyak atraksi budaya seperti relik megalitik, rumah tradisional, tradisi lompat batu, dan masih banyak lagi. Dikatakan desa itu sudah ada lebih dari 300 tahun! Tak heran, desa ini memiliki banyak nilai sejarah dan tradisi unik. Belum lagi menjadi tujuan liburan yang direkomendasikan bagi mereka yang berkunjung ke Pulau Nias.

Desa Bawomataluo berada di Kabupaten Nias Selatan dan berada di daerah perbukitan. Ini menjelaskan mengapa suasananya terasa sejuk dan nyaman di atas sana. Sebenarnya, Bawamataluo dinamai seperti lokasi yang berarti “Bukit Matahari. Setelah sampai di desa, wisatawan bisa melihat tangga batu dan beberapa rumah tradisional. Yang unik adalah rumah-rumah ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Pondasinya terbuat dari kayu dan ruma-rumah ini memiliki ruangan yang terbuat dari daun sagu.

Daya tarik terbaik yang bisa dinikmati wisatawan di Desa Bawomataluo adalah Tari Fataele (tarian perang). Beberapa penari pria berkumpul untuk melakukan gerakan tarian yang unik, sebagai simbol keberanian lokal. Pakaian mereka bahkan terlihat begitu besar, menampilkan beberapa warna dan ornamen. Orang-orang ini bahkan menggunakan tombak dan pedang sebagai atribut dansa mereka! Jadi, selama pertunjukan, wisatawan dianjurkan untuk memotretnya karena penduduk setempat mengizinkan mereka melakukannya. Satu-satunya pertimbangan adalah bahwa mereka harus datang pada saat yang tepat saat tarian itu diadakan.

sumber foto dari https://tygpress.com/

Tradisi unik lainnya yang bisa ditonton pengunjung di tempat ini adalah Hombo Batu. Ini adalah bagian dari desa dan telah dilakukan selama beberapa generasi. Anak laki-laki berkumpul di suatu tempat dan bersiap untuk lulus ujian (lompat batu). Dikatakan tes tersebut menentukan kematangan anak laki-laki, namun di masa lalu, aksi ini dilakukan sebagai kualifikasi untuk bergabung dalam perang lokal. Sedangkan bagi wisatawan, performa seperti itu pasti menyenangkan dan mendebarkan! Itu karena ada risiko terluka di kalangan peserta sementara para peserta sangat berani.

Pesona lain dari Desa Bawomataluo adalah kehadiran kursi kuno Raja Nias. Kursi ini terbuat dari batu, memiliki panjang 10 meter! Biasanya, raja menggunakannya saat menyampaikan pesan kepada bangsanya. Selain dari tempat duduk, pengunjung juga bisa menemukan patung-patung kuno, yang digunakan untuk menyembah para dewa. Tak heran, penduduk setempat memeluk animisme saat itu dan mereka menyembah beberapa patung yang mewakili dewa-dewa.

3. Taman Do’a Bunda Maria

sumber foto dari https://jejaktrip.com/tempat-wisata-di-kepulauan-nias/

Mungkin anda pernah mendengar sebuah destinasi wisata religi yang pernah terpopuler di Pulau Nias. Tempat wisata tersebut adalah pantai bunda. Sebelumnya  tempat wisata yang satu ini pernah dikenal dan diminati banyak pengunjung dari segala penjuru.

Popularitas tempat wisata ini sempat hilang beberapa tahun terakhir, tapi kini pada tahun 2017  ini,pantai bunda Menjadi salah satu tempat wisata terbaru yang banyak dikunjungi oleh  masyarakat. Diperkirakan ratusan bahkan ribuan pengunjung. Tapi lebih banyak nya pada hari-hari libur seperti pada hari minggu.

Menurut pantauan media, salah satu keunikan yang menarik minat dari banyak pengunjung ditempat ini adalah “Taman Doa”, yang dibangun sederhana namun keindahan dan keunikan nya  memikat hati para pengunjung. Taman tersebut, dihiasi dengan beraneka ragam jenis bunga dan pohon pelindung, serta didominasi oleh patung-patung Bunda Maria dan Patung Yesus Kristus.

Setiap pengunjung diwajibkan membayar uang kebersihan dibagian piket, sekitar Lima Ribu Rupiah. Salah seorang pengunjung yang ditemui oleh media, Wira Waruwu, mengatakan bahwa tempat  (taman doa), ini sangat menarik karena keunikan dan keindahan ukiran patung-patung, dan sangat baik untuk dijadikan tempat berekreasi bersama keluarga.

WordPress Image Lightbox