Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Konawe adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Unaaha. Dulu kabupaten ini bernama Kabupaten Kendari. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 16.480 km² dan berpenduduk sebanyak 443.911 (2000). Kabupaten Konawe dikenal sebagai lumbung beras di provinsi Sulawesi Tenggara. Separuh produksi beras provinsi tersebut berasal dari Kabupaten Konawe.

Kebanyakan orang Indonesia hanya mengenal pulau Wakatobi sebagai destinasi terbaik saat berkunjung ke Sulawesi Tenggara. Padahal terdapat banyak tempat wisata yang memiliki keindahan alam yang tak kalah bagus dengan Wakatobi.

Sebut saja Pulau Labengki yang dikenal sebagai miniatur Raja Ampat Papua. Lalu ada pulau Bokori yang juga memiliki pasir putih dan air pantai berwarna toska yang jernih. 

Ingin tahu wisata alam apa saja yang bisa kamu nikmati selama berada di Sulawesi Tenggara? kami telah merangkum sejumlah tempat wisata yang patut dikunjungi jika kamu berkesempatan untuk menjelajah Sulawesi Tenggara. Apa saja?

1. Pulau Labengki

sumber foto dari https://www.youtube.com/watch?v=5GWJexB_Sok

Pulau Labengki ini terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara dan keindahanya tidak kalah dengan Wakatobi ataupun pulau labengki wisata sulawesi tenggaraRaja Ampat yang sudah begitu terkenal. Kenapa banyak yang menyebut Pulau Labengki sebagai Raja Ampatnya Suluwesi karena destinasi ini bernuansa hampir sama dengan Raja Ampat yang terdiri dari karang-karang besar yang menjelang diatas samudera diberbagai titiknya. Gugusan pulau karang besar dan kecil ini dipetakan menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

pulau labengki wisata sulawesi tenggaraTidak hanya keindahan diatas air saja yang disajikan oleh pulau menawan ini, tetapi keindahan bawah airnya juga sangat indah untuk dikagumi. Berbagai biota laut yang hidup disini dan masih terjaga kealamianya. Dipulau ini banyak terdapat titik-titik spot penyelaman yang sangat berkelas dan di perairan ini menjadi habitat Speciaes Kima atau Kerang Raksasa yang bisa mencapai besar sekitar 50cm. Dan Kima disini tercatat sebagai Kima terbesar kedua didunia. Sehingga disini pula sebagia tempat peneliti, konservasi dan penangkaran Kima.

Selain berputar-putar mengelilingi pulau-pulau, menyelam ataupun snorkling di Labengki, pengunjung bisa juga beraktivitas memancing disini. Berbagai ikan bisa anda dapatkan dengan memancing disini seperti Barakuda, Kerapu, Tuna Sirip Kuning, Kakap Merah ataupun Ikan Layar. Sesudah memancing, hasilnya bisa untuk sebagai baberque disalah satu pulau. Di Pulau Labengki juga terdapat pantai berpasir putih dan rindangnya pohon kelapa, sembari istirahat penginjung bisa membakar ikan yang didapat saat memancing tadi.Pulau Labengki secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

sumber foto dari https://www.pegipegi.com/

Pulau Labengki dapat dijangkau dari Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Anda bisa melalui jalan darat sekitar 1 jam menuju daerah Toli-Toli Kabupaten Konawe. Dari Toli-Toli, dilanjutkan perjalanan dengan kapal kurang lebih 3 jam perjalanan untuk tiba di Pulau Labengki.

Fasilitas di Pulau Labengki ini memang belum sangatlah lengkap biasanya untuk masalah untuk mandi bebrbilas diri dan menginap bisa menumpang di Posko Tim Konservasi.

2. Masjid Tertua Babussalam

sumber foto dari http://wikimapia.org/

Ketika memasuki wilayah Kabupaten Konawe Utara(Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra), nampak begitu banyak bangunan masjid yang berdiri kokoh disepanjang jalan. Namun, wilayah pemerintahan Aswad-Ruksamin, berdiri sebuah masjid yang diberi nama masjid Babussalam yang telah berusia ratusan tahun dan merupakan masjid tertua di dataran bumi Konawe.

Masjid tersebut berada di Desa Puuwanggudu Kecamatan Asera, sekitar 3,8 kilometer dari pusat pemerintahan ibukota Kabupaten Konawe Utara. Sebagian jalan memasuki pedesaan ini memang belum tersentuh aspal, hanya sebatas pengerasan berupa batuan kerikil.

Meski Desa Puuwanggudu sering menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba akibat luapan sungai Lasolo. Uniknya, Masjid Babussalam tak terbawa arus banjir, padahal berada di pinggiran sungai Lasolo yang terkenal dengan deras arusnya dan hanya berjarak kurang lebih 2 meter.

sumber foto dari http://havizhk.blogspot.com/

Konon, sejarah Masjid Babussalam yang merupakan masjid tertua di dataran Konawe dibangun oleh H. Lasamanae pada tahun 1875, dengan luas sekitar 10×10 meter. Pembangunan masjid tersebut sebelumnya masih menggunakan papan, namun seiring perjalanan waktu masjid tersebut direnovasi hingga berdindingkan beton.

Mesti telah mengalami beberapa kali perombakan dalam bentuk permanen, namun kandungan sejarah masa lalu dan pendirinya masih terpampang rapi. Sehingga tidak menghilangkan nilai-nilai historis didalamnya.

3. Desa Wisata Namu

sumber foto dari http://desanamu.blogspot.com/

Bagi yang mencari pengalaman liburan baru, Desa Namu bisa menjadi pilihan yang tepat. Permukiman yang tenang dan indah ini terletak di Kabupaten Konawe Selatan dan cukup populer di kalangan backpacker. Apalagi letaknya yang dekat dengan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Itu berarti wisatawan bisa menjelajahi dua tempat wisata yang berbeda sekaligus. Desa Namu memiliki banyak jenis daya tarik yang tidak boleh dilewatkan, termasuk pantai yang menawan, budaya yang menarik, dan pilihan kuliner lokal yang beragam. Semua keistimewaan ini memancing lebih banyak pengunjung dari waktu ke waktu, termasuk dari mancanegara!

Fitur utama di Desa Namu adalah pantai. Penduduk setempat menamainya sesuai dengan tempatnya yaitu Pantai Namu. Pantai ini menyajikan pasir putih dan pohon rindang yang indah, pantai menjadi tempat favorit turis di pemukiman tersebut. Belum lagi ada dermaga, dimana pengunjung bisa memancing dan bertamasya. Beberapa perahu lokal juga sering terlihat di sekitar Pantai Namu. Ketika mendatangi penduduk desa, mereka cukup mudah didekati dan Anda bisa berbaur dengan mereka. Rumah mereka sederhana dan mereka memiliki makanan unik yang disebut Kabuto.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Desa Namu adalah desa dengan banyak daya tarik yang memukau. Fitur yang paling indah dari desa adalah pantai dengan pasir putihnya yang menakjubkan. Belum lagi cukup terjangkau dari pemukiman ini dan menjadi tempat yang baik untuk menyelam, snorkeling, dan berenang. Keindahan bahari seperti terumbu karang dan ikan pasti menjadi lebih menawan, jadi sebaiknya jangan sampai melewatkan kesempatan ini. Segeralah persipakan perlalatan snorkeling, Anda dapat juga menyewanya di desa ini.

sumber foto dari http://desanamu.blogspot.com/

Daya tarik berikutnya di Desa Namu adalah danau, dimana wisatawan sering rileks dan menikmati alam. Warna airnya biru dan berasal dari pegunungan yang terletak di dekat desa. Selanjutnya, ada air terjun terdekat! Lokasinya sekitar 1 km dari bukit perkampungan Namu . Ketinggian air terjun ini adalah 10 meter dan merupakan pemandangan bebatuan. Begitu Anda menikmati bermain di air terjun ini, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjelajahi hutan. Ini memberi Anda kesempatan untuk hiking juga. Selain itu, banyak jenis hewan dan tumbuhan yang beragam dan manarik terlihat di sana.

sumber foto dari http://desanamu.blogspot.com/

Hal lain yang menarik untuk dilakukan di Desa Namu adalah menikmati kuliner. Makanan lokal pasti akan memberi Anda pengalaman yang berbeda, jadi Anda perlu mencoba semuanya. Jangan lupa untuk belajar beberapa budaya lokal dan bergaul dengan penduduk desa, karena mereka mungkin menawarkan akomodasi dan makanan gratis untuk Anda. Desa Namu terletak di Kabupaten Konawe Selatan dan hanya membutuhkan waktu satu jam dari Kota Kendari. Perjalanannya akan singkat, karena jaraknya hanya 37 km dari Kota Kendari. Bahkan bisa lebih cepat jika Anda mengambil  Jalan Poros Kendari – Andoolo. Begitu sampai di Kabupaten Konawe Selatan, perjalanan selanjutnya hanya memakan waktu beberapa menit ke Namu.

WordPress Image Lightbox