Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 9 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Labuan Bajo dulunya adalah sebuah kelurahan sekaligus ibukota Kecamatan Komodo juga merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sekarang sudah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo.

Wilayahnya meliputi; Kampung Ujung, Kampung Tengah, Kampung Air, Lamtoro, Wae Kelambu, Wae Medu, Cowang Dereng, Wae Kesambi, Wae Bo, Lancang, Sernaru, Wae Mata, Pasar Baru, Pede, dan Gorontalo.

Situs Kabupaten : https://manggaraibaratkab.go.id/

 

1. Fasilitas

sumber foto dari samandkaty.wordpress.com

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis, antara lain;

• Pusat pemerintahan; ibukota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.

• Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )

• Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makasar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI, dan Bandar Udara Komodo.

• Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo. 

2. Transportasi Bandar Udara Komodo

sumber foto dari www.detik.com

Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo akan dikembangkan. Untuk mendukung kawasan pariwisatanya, bandara ini akan dikembangkan menjadi bandara bertaraf internasional. Ada beberapa pengembangan yang dilakukan mulai dari perluasan landasan pacu sebesar 45×200 meter atau 9 ribu meter per segi (m2). Saat ini runaway Bandara Komodo sepanjang 2.250 meter nantinya akan bertambang menjadi 2.450 meter.

“Jadi nanti bisa melayani pesawat Boeing 737 seri 800,” kata Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (25/9/2018). Proyek ini juga mencakup pengerasan taxiway PCN 50 menjadi PCN 60. Total luas taxiway yang akan dikeraskan seluas 9.878 m2.

Selain itu tempat parkir pesawat atau apron akan diperluas sebesar 11.100 m2. Terminal penumpang domestik juga diperluas sebesar 24.949 m2.

Bandara Komodo juga nantinya akan dibangun terminal penumpang internasional seluas 5.343 m2. Perluasan ini untuk menunjang wisatawan asing di Labuan Bajo yang diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu ada pula pembangunan terminal cargo 1.994 m2, perluasan area parkir kendaraan 31.447 m2, fasilitas penunjang 6.878,8 m2 dan beberapa fasilitas lainnya.

Hari ini Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan Kementerian Perhubungan menggelar market sounding atau penjajakan pasar dengan mengumpulkan sekitar 150 calon investor dan konsultan.

Proyek pengembangan Bandara Komodo sendiri ditaksir membutuhkan dana sebesar Rp 3 triliun. Angka itu terbagi dalam kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,17 triliun dan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex) sebesar Rp 1,83 triliun.

Ditargetkan mulai pra kualifikasi dan lelang mitra KPBU pada Oktober 2018, sehingga penetapan hasil lelang bisa diputuskan pada November 2018. Untuk financial close diharapkan selesai pada semester I-2019 sehingga proses kontruksi sudah mulai dilakukan pada semester II-2019.

3. Dermaga Ferry (Pelabuhan Marina)

sumber foto dari https://komodoshuttle.com

Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Daya tarik Labuan Bajo sendiri tidak hanya datang dari pembangunan Proyek Labuan Bajo Marina ini saja, namun dengan adanya Wisata ke Pulau Komodo yang saat ini sudah cukup banyak mendatangkan wisatawan asing, dapat diprediksi, nanti di 2018, saat proyek ini sudah beroperasi penuh, mimpi menjadikan Labuan Bajo sebagai ‘Bali kedua’ akan semakin cepat terwujud. “Labuan Bajo sudah mendapat begitu banyak perhatian dari pemerintah pusat, maka kami juga akan sama-sama berkomitmen, karena kalau membangun di NTT ini, hasil pembangunannya bisa langsung kelihatan, sehingga perubahannya akan terasa lebih nyata terutama untuk membantu masyarakat di sini” Ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya.

Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selain target penyelesaian proyek, ada juga target untuk meningkatkan kunjungan wisman hingga 20 juta di tahun 2019. Dengan Potensi wisata di Labuan Bajo, di tambah dengan dukungan Pemda dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, diharapkan pembangunan Kawasan Komersial ini dapat menjadi salah satu motor pendorong percepatan pencapaian target tersebut, sesuai dengan misi ‘BUMN Hadir untuk Negeri’.

4. Pelabuhan Pelni (Pelabuhan Tilong)

https://komodoshuttle.com/2018/06/20/pelabuhan-tilong-labuan-bajo/

Pelabuhan Tilong Labuan Bajo Sudah 4 tahun ini Desa kecil di barat pulau Flores ini ramai di perbincangkan oleh beberapa wisatawan asing maupun domestik, pesona alam dan bawah lautnya sangat menarik untuk di kunjungi. Beberapa destinasi favorite di labuan bajo atau flores bisa melalui Pelabuhan Tilong Labuan Bajo ini, biasanya para tour operator akan menggunakan pelabuhan ini untuk mengaruhi lautan flores. selain Pelabuhan Tilong Labuan Bajo ini ada juga pelabuhan Kayu atau Dermaga Kampung Ujung.

Kenapa disebut Pelabuhan Tilong? karena di pelabuhan ini sandar kapal PELNI TILONGKABILA yang melayani rute Makassar ke Labuan Bajo dan sebaliknya, Kapal Pelni Tilongkabila ini menjadi favorite dari masyarakat yang menggunakan jasa kapal Pelni untuk berpegian dari pulau satu ke pulau lainnya, selain dari Kapal Pelni Tilongkabila ada beberapa kapal lain yang sandar di pelabuhan ini, namun peminatnya tidak sebanyak seperti kapal Tilong, sebut saja: Selain Tilongkabila, kapal besar yang singgah di Labuan Bajo, yaitu Sirimau, Binaia, Leuser, Wilis dan bila penumpang membludak seperti saat hari raya, maka kapal cepat jet liner juga beroperasi.

LABUAN BAJO TOUR PACKAGE

Duration : 1 Day | Flobamor Tours | VIWI
In the morning we sail to the famous island of Padar, trekking about 30 minutes and will see the beautiful panorama peak of Padar Island.
Start From USD 335*

Day 1

06.20am                     : Participants Are Ready at the Port or participants at Sylvia Hotel should be at Sylvia Beach.
06.30am – 07.30am  :  Labuan Bajo – Padar Island
07.30am – 09.30am  :  Trekking and Taking Pictures On Padar Island
09.30am – 09.50am  :  Padar Island – Komodo Island
09.50am – 11.50am  :  Trekking and Taking Pictures On Padar Island
11.50am – 12.05pm  :  Komodo Island – Pink Beach
12.05pm – 12.35pm  :  Lunch  At Pink Beach
12.35pm – 14.05pm  :  Snorkeling/ Swimming At Pink Beach
14.05pm – 14.45pm  :  Pink Beach – Kanawa Island/ Kelor Island (Chosen One)
15.00pm                     :  We Arrive In Labuan Bajo

Package Include:

  • Speed Boat (Fiber)
  • Snack & Mineral Water
  • Lunch & Fresh Fruite
  • Full AC Transport
  • Snorkeling Gear
  • Trekking/ Snorkeling Ticket
  • Donation/ Tip
  • Entrance Fee
  • Ranger Fee
  • Tipping Guide & Driver
  • Insurance

For further information and reservation :
Flobamor Tours
(+62) 8113822807 | (+62) 82144666948
info@flobamortours.com

Book NOW

WordPress Image Lightbox