Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Maluku Barat Daya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Maluku, Indonesia. Ibukotanya adalah Tiakur,Moa Lakor. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten Maluku Barat Daya barang kali asing di telinga orang Indonesia sebagai tempat wisata. Mungkin hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Namun di balik ketidak-populerannya, kabupaten yang berhadapan langsung dengan Timor Leste dan hampir jadi wilayah terluar Indonesia ini memiliki pesona memukau. Banyak destinasi yang ternyata masih perawan dan nihil kunjungan. Berikut tempat wisata apa saja yang bisa anda kunjungi jika berada di kabupaten Maluku Barat Daya.

1. Danau Tihu

Sumber foto dari http://ilwaki.desa.id/

Danau Tihu adalah ’’ukup-ukupan’’ yang menjadi entry gate (pintu masuk) dan exit gate (pintu keluar) bagi MBD, bekas wilayah Keresidenan Timor (Residentie van East) pada 1925, untuk menggenjot donasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat, selain minyak dan gas yang melimpah di Blok Masela, Blok Sermata, Blok Wetar, Blok Leti, dan blok-blok lain.

Danau Tihu merupakan satu-satunya danau di pulau Wetar. Di Danau Tihukita bisa melihat kehidupan habitat satwa liar, umumnya buaya.  Perjalanan dengan kendaraan dari pusat kecamatan, Ilwaki ke Danau Tihu sekira 2 jam setelah menempuh perjalanan sepanjang lebih kurang 30 km. Panjang Danau Tihu sekira 3,6 km2 dan lebar yang bervariasi karena berliku-liku dipisahkan oleh enam aliran sungai yang dipagari tebing-tebing batu terjal. Lebar tepian tebing satu dengan yang lain sekitar 2-3 meter persegi, bahkan lebarnya ada yang mencapai 2 km.

Selain memiliki keindahan alam yang eksotik, Danau Tihu juga menyimpan legenda tua yang sakral. Namun sayang, kisah mistik yang hampir lekang dalam perjalanan waktu itu tak banyak diketahui warga setempat. Padahal alur kisahnya mesti diwarisi generasi muda Wetar sebagai petuah kehidupan sekaligus mengandung pesan-pesan moral tentang pentingnya menjaga solidaritas dan hubungan dalam keluarga.

sumber foto dari https://2.bp.blogspot.com/

Kalau pun hendak ke tempat ini, harus lebih dulu mendapat restu Tuan Tanah atau tokoh adat setempat. Selain kisah jelmaan dua saudara kembar menjadi buaya, di tengah-tengah Danau Tihu pun masih ada legenda menarik lainnya tentang sebuah pulau kecil di tengah danau yang dinamai Elusa atau Pulau Ibu.

Pulau ini oleh penduduk setempat disebut merupakan penjelmaan dari ibu Mamau dan Matereng. Ia menghilang saat lagi mencuci di pinggir danau. Ia hilang bersamaan dengan tempat sirih yang di dalamnya berisi biji buah asam jawa. Dari biji asam jawa itulah saat ini bisa kita jumpai dua pohon asam jawa yang tumbuh di pulau kecil di tengah Danau Tihu.

Yang sudah ke tempat itu pasti akan terkejut menikmati eksotisme Danau Tihu dengan alam yang menghijau dan habitat buaya tak buas yang bisa memacu adrenalin untuk melihat keberadaannya.

Keramahan penduduk setempat dan peradaban di sana akan membuat kalian penasaran untuk meneliti sejauh mana di pulau yang kaya potensi alam masih bermukim penduduk yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Biar begitu, penduduk setempat memiliki keanekaragaman seni budaya dipadu wisata alam yang menggoda.

2. Pengrajin Patung Tumbur dari Desa Tumbur

sumber foto dari https://blue.kumparan.com/

Patung tumbur adalah patung yang terbuat dari kayu hitam atau kayu salamudi dan kayu besi, seperti nama desa patung itu dibikin. Kebiasaan memahat merupakan yang telah ada sejak berabad – abad, yaitu dengan menyulap kayu hitam menjadi barang kerajinan.

Patung tumbur berasal dari masyarakat Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang merupakan sebuah tradisi secara turun temurun.

sumber foto dari https://v-images2.antarafoto.com/

Motif yang beraneka ragam yang menggambarkan kehidupan petani, nelayan dan juga berburu serta berperang juga ritual. Adapun karya yang bukan hanya patung yang telah dipahat oleh warga Tumbur, yaitu berupa perahu yang di pahat.

Untuk mencapai desa Tumbur dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan jarak tempuh 18 km  dari Saumlaki – Tumbur dengan transportasi darat roda dua atau roda empat.

3. Masjid Wapauwe

sumber foto dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Masjid Wapauwe merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Ambon yang terletak di Negeri Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Didirikan pada tahun 1414 oleh seorang penyebar agama Islam yakni Perdana Jamilu. Salah satu ciri khas yang ada di masjid ini ialah penggunaan gaba-gaba (pelepah sagu) dan rumbia sebagai atapnya. Selain itu terdapat keunikan pada struktur bangunan, apabila dilihat dari jauh maka bangunan ini terlihat miring. Kemiringan pada Masjid Wapauwe ini belum diketahui penyebabnya secara pasti. Tidak menutup kemungkinan miringnya bangunan ini dikarenakan struktur tanah di sekitar masjid yang tidak stabil.

Kemiringan bangunan ini bila dilihat secara seksama ternyata nampak pada bagian kubah yang tidak simetris dengan bentuk masjid. Masjid selalu dibangun menghadap ke arah barat (kiblat), akan tetapi pada bagian kubah-nya yang berbentuk persegi ini miring dan menghadap agak ke kiri (sekitar 250­­­­0 ke arah barat daya). Kemiringan kubah ini berasal dari miringnya 4 tiang utama pada masjid ini. Menurut Bapak Yus Iha selaku juru pelihara, kemiringan dari 4 tiang utama dari Masjid ini sudah sejak pertama kali pindah ke Desa Kaitetu.

sumber foto dari http://www.pantaimaluku.web.id/

Sebagai salah satu masjid tertua dan memiliki ciri yang menarik, sudah tentu kelestarian di masjid ini perlu diperhatikan. Terdapat laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa terdapat kerusakan yang terjadi di masjid beratap rumbia ini.

Selain itu juga masjid ini masih menyimpan Mushaf Alquran, yang tertua adalah Mushaf Imam Muhammad Arikulapessy yang selesai ditulis tangan pada tahun 1550 dan tanpa iluminasi (hiasan pinggir). Sedangkan Mushaf lainnya adalah Mushaf Nur Cahya yang selesai ditulis pada tahun 1590 dan juga tanpa iluminasi serta ditulis tangan pada kertas produk Eropa. Selain Alquran, terdapat pula benda lainnya seperti timbangan zakat, tongkat khotbah, alat pembakaran kemenyan, lampu-lampu, dll.

WordPress Image Lightbox