Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Merauke. Kabupaten ini adalah kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia. Di kabupaten ini terdapat suku Marind Anim.

Untuk menuju ke Kota Merauke (Kota Rusa) bisa ditempuh dengan menggunakan kapal laut (Kapal Pelni) dan juga melalui transportasi udara yang dilayani oleh Meskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Lion Air.

Kota Merauke terkenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak sekali ditemukan di kota ini, perburuan rusa besar besaran akhir akhir ini di Pulau Kimaam, Distrik Ngguti, Distrik Okaba dan sekitarnya dikhawatirkan akan memusnahkan populasi hewan ini. Selain itu terdapat binatang-binatang asli Papua lainnya, seperti kangguru merah, burung pelikan, kasuari, kuskus, tikus berkantung , kura kura, kasuari, kakatua dan sebagainya. Perdagangan satwa satwa ilegal juga merupakan ancaman bagi kelestarian hewan hewan itu.

Tempat wisata di Merauke Papua menawarkan sensasi liburan berbeda dengan potensi wisata yang cukup beragam. Merauke merupakan wilayah ujung timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Kebupaten ini merupakan wilayah istimewa dalam sejarah perjuangan bangsa hingga menjadi bagian dari lagu “Dari Sabang sampai Merauke”, salah satu lagu perjuangan yang sangat populer di tanah air.

Di Merauke, kamu bisa membuat agenda liburan yang menarik dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata hits yang banyak diburu wisatawan. Perpaduan antara daerah rawa dan padang savanna menjadi suguhan alam yang menarik untuk dinikmati saat liburan di sana. Apa aja sih yang menarik disana, Yuk kita simak..

1. Lotus Garden

sumber foto dari https://www.youtube.com/watch?v=ENb0D-lIMT0

Lotus Garden adalah tempat untuk bersantai di Merauke, Papua. Ada kolam yang tenang dan gazebo. Ya seperti, ala-ala di tempat-tempat wisata di Pulau Jawa.

Lotus Garden berlokasi di kawasan Semangga, Distrik Muramsari. Kira-kira, cukup 45 menit naik mobil dari pusat Kota Merauke. Tempat ini pun menjadi salah satu destinasi yang detikTravel dan tim Tapal Batas detikcom sambangi, kala menjelajahi Merauke di bulan Mei kemarin.

Lotus Garden punya luas 10 hektar dan sudah dibuka sejak tahun 2014. Bisa dibilang ini merupakan tempat wisata handmade alias tempat wisata buatan manusia. Rosalia dan suaminya lah yang membuatnya menjadi begitu asri seperti sekarang ini.

sumber foto dari https://travel.detik.com/

Suasananya sungguh tenang. Apalagi dikelilingi oleh hutan yang penuh pepohonan serta semak belukar. Masih sangat alami. Mau bersantai sungguh nyaman, kalau trekking ke dalam hutannya juga seru.

Tiket masuk ke Lotus Garden hanya Rp 20 ribu saja. Sedangkan untuk duduk di gazebo, sistemnya semacam siapa cepat dia dapat. Beberapa warung makanan pun menyuguhkan macam makanan. Kamar mandi dan musala tersedia pula, lengkap!

Paling enaknya datang ke Lotus Garden saat sore hari, kala matahari tidak terlalu terik. Selamat bersantai di sana dan trekking masuk ke dalam hutannya. Siapa tahu kalau beruntung, ketemu kanguru Papua!

2. Tugu Nol Kilometer

sumber foto dari http://mytrip.co.id/

Sabang dan Merauke merupakan dua kota yang berada di ujung paling barat dan paling timur Indonesia yang sama-sama memiliki sebuah tanda titik nol yang diberi nama tugu Kilometer Nol. Tugu Kilometer Nol merupakan penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perannya sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian Timur di Indonesia tetapi juga menjadi identitas wilayah perbatasan Negara.

Merauke merupakan kota di ujung timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini. Merauke selain memiliki taman wisata Nasional Wasur, juga dikenal memiliki pantai yang eksotis yang menawarkan keindahan pesona alaminya. Tak hanya itu, Merauke juga merupakan daerah yang menjadi penanda batas wilayah negara. Di tempat ini dibangun sebuah monumen sebagai simbol titik nol kilometer Indonesia, bangunan ini dikenal dengan Tugu Nol Kilometer Merauke-Sabang.

Tak hanya sebagai penanda titik 0 kilometer Indonesia, Tugu Nol Kilometer juga seolah menjadi pemersatu Nusantara dari Merauke sampai Sabang. Tempat ini belakangan semakin diminati oleh wisatawan, tak hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan dari luar daerah. Dengan berkunjung ke tugu ini, setidaknya sebagai warga Indonesia kita pernah menjejakkan kaki di titik paling Timur Indonesia.

sumber foto dari https://steemkr.com/

Tugu Nol Kilometer terletak di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, dari kota Merauke membutuhkan waktu perjalanan 1 jam untuk menuju ke lokasi daerah Sota tempat Tugu tersebut. Selama perjalanan menuju ke sota, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan keindahan alam taman Wasur berupa hutan alami yang eksotis.

Rasanya aktivitas ini juga tak kalah penting untuk dilakukan saat berada di Tugu Nol Kilometer Merauke yaitu aktivitas fotografi karena tempat ini sangat cocok untuk destinasi hunting foto. Disini banyak destinasi berbagai objek yang menarik seperti bisa memotret megahnya tugu perbatasan RI-PNG, taman Sota yang ada Musamusnya dan juga berfoto disalah satu spot yang menjadi andalan yaitu ditulisan Kilometer 0 Indonesia.

Keindahan Indonesia memang tiada habisnya diujung Timur Indonesia dengan segala Pesona Alamnya yang luar biasa. Datanglah ke ujung Timur Indonesia untuk menapakkan kaki di atas titik 0 Kilometer di Sota Merauke Papua.

3. Patung Kristus Raja

sumber foto dari https://plus.google.com/117902673950196736995

Selain monumen yang dapat menjadi pilihan wisata sejarah, Merauke juga memiliki beberapa situs wisata rohani berupa  tugu yang tersebar di berbagai tempat. Yang paling sering dikunjungi yaitu Patung Kristus Raja yang terletak di Kampung Poo, yang selama ini merupakan obyek wisata rohani masyarakat di Kabupaten Merauke. Pada saat-saat hari raya umat Nasrani, kawasan ini ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk melaksanakan peribadatan, sebagai sumber inspirasi rohani sekaligus untuk menikmati pemandangan.

Patung kristus Raja di Kampung Poo dapat dicapai melalui jalur darat dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Merauke diperlukan waktu sekitar 4-4,5 jam untuk dapat sampai ke Poo. Fasilitas yang terdapat di lokasi ini, diantaranya shelter atau honai, tempat untuk menginap, serta bangunan pendopo yang bisa dipakai untuk tempat beribadah.

WordPress Image Lightbox