Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Nunukan adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi kalimantan Utara, dan Pulau Nunukan memiliki luas wilayah 14.493 Km². Kabupaten Nunukan memiliki Motto “Penekindidebaya” diambil dari bahasa tidung, yang artinya “Membangun Daerah”.

Nunukan adalah salah satu daerah berkembang di Provinsi Kalimantan Utara, dalam 5 tahun terakhir Daerah Nunukan mengalami peningkatan yang pesat terutama dari sektor perkebunan, perdagangan dan rumput laut.

Wilayah Kabupaten Nunukan ini menjadi sangat penting karena berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia, yaitu kota Tawao di malaysia Timur.

Maka dari itu Kabupaten Nunukan menjadi pintu gerbang bagian utara provinsi Kalimantan Utara, untuk tujuan wisata wilayah Nunukan juga menyimpan banyak potensi alam, keindahan alamnya juga sangat menakjubkan.

1. Pulau Sebatik

sumber foto dari http://www.sebatiknews.com/

Lumrahnya yang terpisah oleh batas negara adalah lautan, lembah, hingga hutan. Namun di Pulau Sebatik ada rumah warga yang sebagian milik Indonesia dan sebagian lagi milik Malaysia. Bangunan yang telah ada sejak tahun 1977 tersebut adalah milik WNI bernama Mangapara. Ia tercatat sebagai penduduk Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Tempat tinggalnya terletak di Tugu Patok 3 perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Perbatasan di sini hanya ditandai dengan Tiang Bendera Merah Putih. Jumlahnya ada dua, salah satunya bertuliskan Kokohkan Merah Putih di Tapal Batas. Tak jauh dari Rumah Mangapara dibangun pula pos TNI sebagai penjaga perbatasan. Awalnya Mangapara hanya mendiami wilayah Indonesia, Warga negara Malaysia yang jadi tetangganya kemudian berbaik hati memperbolehkan Mangapara membangun dapur di tanahnya. Jadilah, rumah di dua wilayah negara. Namun kini, tetangga itu telah meninggal dunia.

sumber foto dari https://travelingyuk.com/pulau-sebatik/54450/

Hidup dalam satu daratan, meski berbeda kewarganegaraan tak lantas membuat penghuni Pulau Sebatik jadi saling bermusuhan. Yang ada justru sebaliknya mereka rukun dan harmonis dalam bertetangga. Dalam keseharian digunakan dua mata uang yaitu Rupiah dan Ringgit, ini karena ada yang ke Malaysia untuk berbelanja. Soal jaringan seluler dan televisi pun kamu bisa memperolah sinyal milik dua negara.

sumber foto dari https://www.inews.id/

Jauh-jauh ke Sebatik, tentu ada imbalan yang senilai yaitu keindahan alam baik daratan dan bahari super cantik. Kamu bisa mengunjungi wisata Pantai Batu Lamampu. Di sini ada pohon yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh. Pengunjungnya tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari negeri tetangga. Secara administratif letaknya ada Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. 

Transportasi menuju Sebatik bisa dilakukan dengan jalur udara, darat dan laut. Cari penerbangan menuju ke Kabupaten Nunukan, biasanya bisa ditempuh dari Bandara Tarakan. Kemudian jalur laut juga tersedia untuk Rute Tarakan – Nunukan. Setelah sampai di Pulau Nunukan, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Sebatik mengandalkan speedboat. 

2. Masjid Hidayaturrahman

sumber foto dari https://benuanta.co.id/

Untuk mengisi weekend anda, banyak tempat wisata pilihan baik di daerah maupun di luar daerah. Selain wisata alam, salah satu yang juga banyak jadi pilihan adalah wisata religi. Mulai dari kekayaan nilai sejarah, keindahan arsitektur, dan tentunya nilai religi dari tempat tersebut bisa membantu mendapatkan pengalaman liburan dan anti-mainstream.

Di Nunukan, objek wisata religi yang cukup menarik adalah Islamic Center Hidayaturrahman yang berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Islamic Center Hidayaturrahman merupakan salah satu masjid terbesar di Kaltara. Berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, masjid ini bisa menampung 1.000 jemaah.

Masjid ini juga termasuk masjid termegah yang ada di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Taufiq Rahman, salah seorang pengurus masjid saat ditemui benuanta.co.id mengatakan, masjid itu sangat indah dan menjulang tinggi di antara pohon-pohon bakau yang ada di tepian pantai Nunukan.

sumber foto dari https://pergimulu.com/panduan-tips-pergi-liburan-ke-nunukan/

Masjid ini terletak di Jalan Sungai Jepun, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Bangunan masjid ini juga termasuk bangunan utama dalam wilayah komplek ini. Masjid ini juga tidak hanya digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah saja, melainkan juga untuk tempat belajar mendalami agama Islam maupun aktivitas keagamaan lainnya.

Kemegahan interior masjid ini juga tampak dengan hiasan, baik berupa lampu gantung maupun bahan material yang digunakan. Anda bisa mengamati indahnya masjid moderen yang terdapat dalam setiap sudut masjid ini. So, jangan sampai melewatkan keindahannya ya saat Anda melintas di Mansapa.

3. Klenteng San Seng Kong

sumber foto dari www.instagram.com/@explore_nunukan

Klenteng yang memiliki patung dua ekor naga dibagian kanan dan tiang utama pada saat  memasuki rumah ibadah dibangun sejak tahun 2006 dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati Nunukan yang saat itu dijabat oleh H. Abdul Hafid Achmad yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Periode 2014-2019.

Saat memasuki pintu gerbang, tampak bergantungan ratusan lampion berwarna kemerah – merahan menghiasi seluruh perkarangan mulai dari lampion kecil hingga lampion berukuran besar. Untuk lampion ukuran besar berbahan kaca terdapat 5 buah.

Tempat ini ramai di kunjungi pada saat akan merayakan imlek. Warga Tiong Hoa yang merayakan imlek bergotong royong menghias dan menata klenteng hingga tampak indah. Jika Anda ingin mendatangi klenteng ini, disarankan datang ketika perayaan imlek akan datang. 

WordPress Image Lightbox