Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Pesona Alam dan Budaya Kupang

Kabupaten Kupang adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini berlokasi di Oelamasi mulai 22 Oktober 2010, setelah sebelumnya berlokasi di Kota Kupang sejak tahun 1958.

Kupang memiliki berbagai potensi. Salah satunya pada sektor pertanian yang nilainya mencapai 47 persen terhadap total kegiatan ekonomi yang nilainya mencapai Rp. 616,3 milyar. Beberapa tanaman unggul pada sektor ini adalah padi dan kacang tanah. Kabupaten Kupang merupakan salah satu wilayah dengan produksi padi tinggi. Hal tersebut menjadikan wilayah Kabupaten Kupang menjadi salah satu lumbung padi di Provinsi NTT. Selain itu, produksi kacang tanah sebanyak 2.703 ton atau 22,8 persen menjadi yang terbesar untuk tingkat provinsi. Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Kupang pada sektor pertanian tidak lepas karena sebanyak 85 persen penduduk usia kerja memiliki mata pencaharian di bidang tersebut.

Eksotisme kepulauan di wilayah timur Indonesia seolah tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Sebut saja Pulau Sumba yang sedang naik daun, tidak ketinggalan pula Pulau Komodo yang menawarkan pesona wisata di alam liar. Nah, selain dua pulau tersebut ada juga nih destinasi wisata baru wilayah timur Indonesia yang mulai beranjak populer. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kota Kupang.

Kupang merupakan nama kabupaten dan kotamadya sekaligus ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasinya berada di sisi barat Pulau Timor yang berdekatan dengan Pulau Rote. Tidak kalah dengan pulau-pulau lain di wilayah NTT yang lebih dahulu populer, Kupang juga menawarkan destinasi wisata yang tidak kalah menariknya.

1. Goa Kristal

Sumber foto dari https://travelingyuk.com

Jangan bayangkan lokasi goa kristal ini jauh dari area perkotaan ya. Sebaliknya, goa ini hanya berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota Kupang dan berada di belakang suatu areal perumahan. Dari luar, bibir goa lebih menyerupai lubang kecil di antara semak-semak. Namun ketika masuk ke dalamnya kamu akan disuguhi pemandangan kolam air tawar sebening kristal yang luar biasa indahnya.

By the way, Goa Kristal ini adalah sebuah Goa yang memiliki luas kurang lebih 30 meter persegi. Istimewanya dari Goa ini adalah karna terdapat genangan air bak kolam renang pribadi yang begitu jernih hingga terlihat jelas dasarnya bagaikan batu kristal. Air yang ada didalam Goa ini juga memiliki rasa payau dan menyegarkan. Membuat siapapun yang menceburkan diri merasa seperti berada dalam genangan air es yang begitu terasa sensasinya. Fyi, Gua Kristal terletak di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat.

Untuk menuju kesini kamu bisa menggunakan sepeda motor atau mobil dari Kota Kupang. Kemudian memulai perjalanan dari arah Kota Kupang menuju pelabuhan bolok karena lokasi sangat berdekatan dengan Pos Polisi Air Pelabuhan Bolok. Sesampainya di sana kamu bisa menaruh kendaraanmu di dekat Pos Polisi Air Bolok lalu berjalan kaki kira-kira 500 meter untuk sampai ke bibir gua.

By the way, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada siang hari atau pukul 11.00 WITA. Karena sinar matahari yang menerobos celah-celah goa membuat pemandangan yang jarang terlihat. Dan saya sarankan, kamu membawa senter ya karena tidak banyak cahaya masuk dan jalan cukup menurun dan licin.

Sumber foto dari http://marijelajahindonesiku.blogspot.com

Untuk bisa masuk ke goa kristal ini kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun alias gratis. Ketika masuk ke dalam goa, kamu perlu berhati-hati ya karena pijakan batuannya sedikit licin akibat kondisi goa yang lembab. Jangan ragu untuk berenang, karena kolam goa kristal ini seolah menjadi oase di tengah teriknya matahari di kota Kupang.

2. Taman Doa Yesus Maria Oebelo

Sumber Foto dari http://balinewsnetwork.com/Amar Ola Keda

Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun lokasi wisata religius di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang diatas lahan seluas 5 hektare (ha). Wisata religius itu dinamai tempat ziarah Yesus Maria.

Lahan tempat ziarah ini, menurut dia, merupakan hibah dari seorang umat, Yoseph Soleman kepada keuskupan Agung Kupang. Melihat potensi lokasi itu, maka Keuskupan berinisiatif membangun tempat ziarah dengan bantuan dari para dermawan.

Pembangun tempat ziarah ini dilakukan sejak 1 Oktober 2009. Lokasi ziarah ini terdapat 20 titik tempat berdoa yang dipersembahkan masing-masing paroki di Keuskupan Agung Kupang. Ada 20 titik tempat ziarah, dan satu kapela yang dinamai St Yohanes Paulus II.

Sumber foto dari http://www.nttterkini.com/

Setelah diresmikan, kata Uskup Petrus, lokasi ini akan terbuka untuk umum dan tak akan dipungut biaya. Tempat ziarah ini juga bisa dijadikan sebagai lokasi wisata. 

Ketua panitia pembangunan tempat ziarah itu, Dami Godho mengatakan pihaknya belum mengkalkulasi berapa besar dana yang telah dikeluarkan untuk membangun tempat ziarah ini, karena bahan-bahan yang ada merupakan bantuan dari donatur. Patung Bunda Maria, misalnya, seharga Rp 160 juta disumbang oleh satu orang saja.

3. Rumah Maestro Sasando

Sumber foto dari http://www.tribunnews.com/

Jika harpa, piano, dan gitar plastis menjadi temuan paling bersejarah dan berarti dalam dunia musik, maka sasando dari Pulau Rote layak mendapat penghargaan lebih.

Alat musik tradisional masyarakat Rote itu telah ada sejak puluhan tahun lalu dan menghasilkan suara kombinasi dari tiga alat musik; harpa, piano, dan gitar plastis. Sasando bukan sekadar harpa, piano, atau gitar tetapi tiga alat musik dalam satu ritme, melodi, dan bass. Jadi meskipun merupakan alat musik tradisional, universalitas sasando berlaku menyeluruh. Tersebutlah nama seorang Maestro seni musik tradisional Jeremias Ougust Pah. Menyempatkan diri berkunjung ke rumah kediaman sang maestro di desa Oebelo, Timor Barat. Sambutan hangat dari keluarga sang maestro yang saat itu sedang sibuk menganyam daun lontar yang sudah dikeringkan untuk dijadikan alat musik sasando. Tak lama kemudian sang maestro telah siap mempertunjukan kebolehannya memainkan alat musik dari pulau Rote tersebut. Permainan dawai sasando alunan musik daerah yang dimainkan  sang maestro sungguh luar biasa terdengar. Bercengkrama bersama dengan beliau menceritakan beliau baru saja pulang dari malaysia memainkan sasando di acara seni budaya disana. Tak hanya malaysia, beliau juga sudah berkeliling di beberapa negara mewakili NTT memperkenalkan dan mementaskan alat musik sasando, memperdengarkan permainan dawai sasando kepada masyarakat di berbagai negara.

Sumber foto dari http://jendelaindonesia22.blogspot.com

Sungguh luar biasa masih memiliki sang masterpiece seperti Jeremias Ougust Pah. Menjaga seni budaya yang tetap di pertahankan hingga saat ini, sampai diwariskan kepada anak-anaknya. Tak hanya memainkan namun beliau juga membuat beberapa sasando yang di pamerkan di rumah beliau. Saat senja melepas sang surya saatnya kembali pulang, saat mengisi buku tamu sekali lagi saya merasa takjub, dari buku tamu saya mengetahui pengunjung hari ini di sini tak hanya dari NTT, namun juga dari luar kota bahkan dari luar negeri hanya untuk bertemu dan mengenal sasando. Terima kasih bapak Jeremias Ougust Pah tetap menjaga kelestarian Sasando.

WordPress Image Lightbox