Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Seram Bagian Timur adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibukota kabupaten ini menurut UU tersebut terletak di Dataran Hunimoa, akan tetapi pusat kegiatan termasuk pemerintahan sementara berlangsung di Bula.

Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula.

Indonesia yang terdiri dari berbagai macam kepulauan, ternyata memiliki segudang keindahan wisata pantai yang tak jauh berbeda dengan “Maldives” yaitu terletak di Keabupaten Seram Bagian Timur, dengan berbagai macam tempat destinasi wisata dan yang membuat terpukau adalah tempat wisata pantai yang memiliki pasir putih, pantai yang biru dan jernih,  pastinya dapat menghilangkan rasa penat setelah sibuk dengan hiruk pikuk keseharian dan tidak perlu jauh-jauh ke luar negri lagi ya , yuk simak berbagai keindahan wisata di indonesia bagian timur ini.

1. Gumumae Beach

sumber foto dari https://scontent-sin6-2.cdninstagram.com/

Gumumae adalah bahasa setempat, yang dalam bahasa Indonesia berarti ”Mari Berkumpul”. Untuk Mengunjungi tempat ini tidak butuh biaya besar. menikmati liburan akhir pekan di pantai yang berjarak lebih kurang 3 kilometer dari Kota Bula. Suasana pantai terasa asri, kiri kanan jalan terdapat pohon cemara, diterpa embusan angin sepoi-sepoi yang mengundang rasa kantuk.

Pantai Gumumai atau gumumae Beach. Pantai yang memiliki luas sekitar 30 hektar dan ditumbuhi lebih dari 2.000 pohon cemara, kini menjadi wisata pantai favorit masyarakat setempat.

sumber foto dari https://scontent-atl3-1.cdninstagram.com

Pantai Gumumai terletak di kawasan Teluk Sesar, sehingga perairan terasa teduh. Setiap tahun diselenggarakan lomba dayung, yang oleh masyarakat setempat disebut arumbai manggurebe. Jangan bilang, kalau belum pernah berkunjung kepantai gumumae, selamat mengunjungi.

2. Pulau Geser

sumber foto dari http://dprd-serambagiantimur.go.id/

Bagi beberapa orang pulau ini sudah tidak asing lagi karena sejak jaman dahulu sudah menjadi salah satu jantung perdagangan di Maluku. Meskipun demikian, belum banyak orang yang tahu lebih dalam tentang Pulau yang menyimpan begitu banyak keunikan dan sumber daya alam ini.

Secara administratif Pulau Geser berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Geser memiliki dua suku budaya yang begitu terkenal yakni suku Esiriun dan Siritaun. Kedua suku ini selama tujuh abad selalu hidup berdampingan meski keduanya memiliki wilayah kekuasaan masing-masing. Suku Esiriun sepanjang sejarahnya di pulau Geser menguasai wilayah daratan, termasuk mahir bercocok tanam, berdagang dan hampir memiliki warisan rempah-rempah seperti cengkeh di wilayah Seram Bagian Timur Kecamatan Geser. Suku Esiriun memiliki bahasa asli yang disebut Pakunu.

Lain halnya dengan suku Siritaun, mereka lebih menguasai lautan, mahir menelayan, melestarikan terumbu karang, bahkan menjaga satwa bawa laut Geser. Suku ini juga memiliki bahasa yang sama yaitu Pakunu, namun berbeda dalam baju adat dan lambang kekuasaan. Siritaun dikenal dengan ikan khasnya yaitu Kubutangi. Ikan ini, dipercaya tidak berada diwilayah lain kecuali di perarian Geser dan menjadi santapan utama mereka. Meski begitu, dengan bekal hidup berdampingan selama tujuh abad itu, suku Esiriun dan suku Siritaun sudah saling mengenal, bahkan tak enggan berbagi dalam hal positif.

sumber foto dari http://3.bp.blogspot.com/

Beberapa hal yang sayang untuk anda lewatkan, diantaranya sensasi wisata Pulau Karang. Wisata pulau karang ini berada satu kilo meter di bagian luar arah barat pulau Geser. Bagi warga Geser pulau karang lebih dikenal dengan sebutan “Bas Buru”. Pulau karang itu dikelilingi terumbu karang putih yang mencuat dari dalam birunya lautan Geser. Ya, memang unik sebab pulau karang itu dibungkus birunya lautan lepas. Meski begitu banyak warga setempat yang senang bertamasya di sana sekedar mencicipi ikan bakar ala kadarnya, memancing, dan menikmati indahnya karang-karang putih yang nampak bagai gunung dalam lautan.

Selain itu, Geser memiliki pulau naga. Ya pulau yang persis berbentuk naga. Bila dilihat lebih dekat pulau ini jelas terlihat empat buah taring setinggi 1 meter. Ke empat taring itu tepat di mulut naga. Di pulau ini sering menjadi tempat memancing yang strategis sebab ada banyak jenis ikan disitu.

Untuk masalah tempat tinggal, di pulau ini sudah ada penginapan. Meski begitu, bisanya setiap wisatawan juga diajak tinggal di rumah warga. Tidak perlu membayar, semua disediakan gratis. Hanya saja para wisatawan sering ikut belanja bahan makanan sebagai rasa terimakasih. Setiap wisatawan sudah disediakan kamar khusus meskipun dengan jamuan seadanya. Setidaknya itulah kebiasaan unik warga Pulau Geser.

Dari segi pendidikan, di Geser terbilang kumplit sebab sudah tersedia lembaga pendidikan mulai dari play group hingga sekolah tinggi. Meski sarana dan prasarana pendidikan belum semodern di tempat lain, namun proses pembelajaran tetap berlangsung. Tentu saja, siswa yang datang pun dari berbagai wilayah sekitar Geser, menyeberangi lautan biru demi bersekolah. Warga Geser terbilang sangat antusias , sebab rata-rata warga Geser  di usia 40-50 adalah tamatan SLTP dan SLTA, sedangkan generasi 1980-an sudah banyak yang menamatkan pendidikan di sekolah tinggi.

Jadi, saat teman-teman berkunjung ke Geser, teman-teman akan menikmati ragam budaya, tempat wisata, dan takkan merasa canggung dalam berkomunikasi. Sebab seperti semua orang Maluku, Masyarakat Geser sudah fasih berbahasa Indonesia dengan baik. Untuk sampai di Geser anda bisa menumpang armada transportasi laut.

Segera ajak teman atau saudara anda untuk berkunjung ke Pulau Geser dan temukan sensasi berwisata yang mungkin belum pernah anda rasakan.

3. Gereja Protestan Maluku

(Gereja Protestan Maluku Tempo Dulu) Sumber foto dari https://i0.wp.com/desamerdeka.id/

Gereja Protestan Maluku (GPM) merupakan salah satu gereja di Indonesia yang beraliran Protestan Reformasi atau Calvinis. GPM berdiri di Ambon, Maluku pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran GPM. GPM memandirikan dirinya dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI) atau Indische Kerk sebagai bentuk kemandirian gereja. Gereja ini juga termasuk gereja tertua yang ada di Maluku.

Gereja Protestan Maluku atau GPM adalah gereja Protestan yang melayani di wilayah Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-pulau Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Pulau-pulau Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar, Babar, Leti-Moa-Lakor, Kisar hingga Wetar, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate, Pulau-pulau Bacan, Pulau-pulau Obi, dan Kepulauan Sula) GPM bertumbuh dengan berbagai tantangan yang bukannya membuat umat Kristen di provinsi kepulauan ini mundur, tetapi semakin membuat semangat kekristenan mereka makin menyala-nyala.

sumber foto dari https://situsbudaya.id/

Bangunan gereja yang sudah banyak perombakan karena konflik yang pernah terjadi di Maluku, tidak membuang keunikan dari bangunan tua tersebut. Jika Anda sedang berada di daerah ini, tidak ada salahnya jika Anda berkunjung ke gereja protestan ini untuk sekedar mengetahui bagaimana sejarah dari gereja tersebut.

WordPress Image Lightbox