Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Seruyan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kuala Pembuang.

Seruyan memiliki potensi pariwisata yang terbilang lengkap. Kabupaten di Kalimantan Tengah ini memiliki keindahan laut, pantai, hutan rimba, riam, air terjun, perbukitan, riam hingga Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang luasnya hampir 200 ribu hektare.

Seruyan juga memiliki Danau Sembuluh di Kecamatan Danau Sembuluh yang merupakan danau terbesar di Kalteng dan terbesar ke tujuh di Indonesia dengan luas 7.832,5 hektare.

Selain itu, dari sisi budaya, di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Timur itu juga terdapat Desa Bangkal di Kecamatan Seruyan Raya yang sudah dicanangkan sebagai desa budaya Dayak di Kalteng.

1. Taman Nasional Tanjung Puting

sumber foto dari https://www.borneonews.co.id/

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996 tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 ha.

Taman Nasional Tanjung Puting terletak di semenanjung Kalimantan Tengah. Di sini terdapat konservasi orangutan terbesar di dunia dengan populasi diperkirakan 30.000 sampai 40.000 orangutan yang tersebar di taman nasional dan juga di luar taman nasional ini. Selain itu TN Tanjung Puting juga merupakan cagar biosfer yang ditunjuk pada tahun 1977 dengan area inti TN Tanjung Puting seluas 415.040 ha yang ditetapkan pada tahun 1982.

Taman Nasional Tanjung Puting ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan. Dengan status Taman Nasional dan cagar biosfer TN Tanjung Puting ini dapat terjaga kelestariannya dan merupakan daya tarik salah satu wisata di Indonesia. Berbeda dengan Konservasi orangutan yang terdapat di bagian Kalimantan lainnya kita melihat Orangutan di habitat buatan manusia. tidak di TN Tanjung Puting ini kita dapat melihat langsung habitat alami Orangutan secara langsung dan melihat langsung hidup mereka di alam liar.

sumber foto dari https://wisatasekitarmu.blogspot.com/

Taman nasional Tanjung Puting berukuran seluas Pulau Bali dan memiliki beberapa tipe ekosistem seperti: hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder. Letak taman nasional ini berada di ketinggian 0-100 mdpl dan merupakan rumah bagi satwa endemik dan dilindungi seperti: orang utan, bekantan, lutung merah, beruang, kancil, dan kucing hutan. Terdapat juga 200 jenis burung, 38 jenis mamalia, hewan liar lainnya dan sejumlah flora yang mendiami taman nasional ini. Taman Nasional Tanjung Puting ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia.

sebagian besar pengunjung Taman Nasional Tanjung Puting ini adalah wisatawan asing, karena banyaknya wisatawan asing yang datang kesini membuat masyarakat Pangkalan Bun dan Taman Nasional lebih meningkatkan pelayanan mereka. Salah satu contohnya adalah pada saat kita menaiki Klotok tidak kalah dengan pelayanan hotel berbintang, guide dan kapten kapal yang ramah. Masakannya pun juga sangat enak jika kita membandingkan dengan standar kota besar. Mungkin karena mereka telah terbiasa melayani Wisatawan asing sehingga standar kualitas pelayanannya pun tetap bagus.

sumber foto dari http://www.surabayaadventure.com

Begitupun jika sudah malam, kita dapat tidur diatas kapal klotok dengan ditemani dengan kelambu. High season di TN Tanjung Puting menyebabkan penuhnya bookingan Kapal Klotok ini, pada bulan Juli sampai dengan Agustus adalah masa high season karena berbarengan dengan banyaknya libur dan musim liburan sekolah. Jika anda ingin mengunjungi TN Tanjung Puting hindari bulan-buan tersebut. Selain itu bawalah lotion anti nyamuk. Di sepanjang sungai Sekonyer kita dapat melihat monyet- monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lainnya.

Hutan ini merupakan rumah bagi delapan jenis primata. Termasuk monyet yang memiliki hidung panjang (bekantan). Dengan hidungnya yang panjang masyarakat sekitar menyebutnya dengan monyet Belanda karena hidungnya yang mancung. Pada saat menyusuri sungai Sekonyer menuju tempat objek wisata di TN Tanjung Puting ini berhati-hatilah dengan buaya, mereka sulit untuk dilihat tapi mereka ada disekitar sungai.

Memang melihat aliran sungai ingin rasanya kita untuk berenang dan menikmati alam Taman Nasional ini.

2. Air Terjun Sahai Gantung

sumber foto dari https://kaltengekspres.com/

Objek wisata alam Air Terjun Sahai Gantung berlokasi di Kecamatan Seruyan Tengah yang berjarak tempuh sekitar 1 jam dari Desa Rantau Pulut.  Kalau dari Ibukota Kabupaten Seruyan yaitu Kuala Pembuang, akan menempuh jarak sekitar 7 jam. Namun ketika sampai di sana, semua akan terbayarkan dengan indahnya panorama air terjun yang dibalut dengan keindahan alam sekitar serta pepohonan rimbun yang menyejukkan.

Untuk memasuki objek wisata Air Terjun Sahai Gantung tidak dipungut biaya apapun, karena lokasinya yang terletak di tengah hutan dan akses jalan yang lumayan susah naik turun bukit. Namun segala perjuangan itu akan terbayar. Sangat cocok dan merupakan destinasi wajib bagi kalian yang ingin mencari suasana alam yang masih sangat asri dan ingin menikmati udara sejuk serta riuh gemericik air yang menyegarkan.

sumber foto dari https://travel.detik.com/

Objek wisata Air Terjun Sahai Gantung sudah mulai dibenahi dan rencananya akan dibuat gazebo-gazebo di sekitar air terjun dan dibuat tangga agar memudahkan para wisatawan menikmati keindahan Air Terjun Sahai Gantung.  Air terjun ini pun sudah dimanfaatkan sebagai PLTA di sana. Biayanya pun murah, para warga hanya perlu membayar Rp50.000/bulan.

Objek wisata ini juga menawarkan spot foto terbaik untuk foto-foto. Air terjunnya pun terdiri dari 3 aliran air terjun yang sangat indah sekali.

3. Pantai Sungai Bakau

sumber foto dari http://yudiprmanamr.blogspot.com/

Pantai Seribu Cemara yang terkenal pula dengan sebutan Pantai Sungai Bakau terletak di desa Sungai Bakau Kecamatan Seruyan Hilir sekitar ± 1 km arah timur ibukota Kabupaten Seruyan merupakan pantai pertama yang dirangkaikan menjadi pusat pengembangan pariwisata yang potensial dengan hamparan pasir putih, panorama alam dan gemburan ombak pantai Laut Jawa yang menarik bagi wisatawan.

Untuk mencapai objek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat ± 15 menit dari Kota Kuala Pembuang, ibukota Kabupaten Seruyan.

sumber foto dari https://vertanium.wordpress.com/tag/sungai-bakau/

Obyek ini sering dikunjungi oleh masyarakat Kota Kuala Pembuang dan sekitarnya rata-rata 1.000-6000 orang setiap hari libur dan khusus pada setiap Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha maupun Tahun Baru, jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang. Sarana yang tersedia di pantai ini adalah jalan paving stone dan gazebo, panggung hiburan, jembatan gantung yang menghubungkan pulau seribu cemara, warung makanan dan minuman, ikan hasil tangkapan para nelayan, kepiting rajungan dan hasil laut lain seperti ebi, terasi, ikan kering dan lainnya.

WordPress Image Lightbox