Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Solok Selatan Yang Mengagumkan

Kabupaten Solok Selatan adalah kabupaten yang terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten ini resmi dimekarkan dari Kabupaten Solok pada tahun 2004 mencakup wilayah seluas 3.346,20 km². Secara administratif kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi di sebelah selatan dan dikelilingi oleh tiga kabupaten lain di Sumatera Barat dari barat ke timur: Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, dan Dharmasraya. Pusat pemerintahannya terletak di Padang Aro, sekitar 161 km dari pusat Kota Padang.

Solok Selatan memiliki sejumlah objek wisata alam, sejarah, dan budaya. Di kawasan yang dijuluki sebagai Nagari Seribu Rumah Gadang, banyak ditemukan rumah-rumah gadang berusia ratusan tahun lamanya yang masih ditinggali oleh penghuninya. Rumah Gadang 21 merupakan rumah gadang dengan 21 ruang. Objek wisata lainnya adalah Danau Bontak, Ngalau Lubuk Malako, beberapa air terjun, dan sejumlah bangunan peninggalan sejarah lain seperti masjid, istana, dan monumen.

1. Puncak Bangun Rejo

sumber foto dari https://www.youtube.com/watch?v=xuSQJEThL8c

Nama Kabupaten Solok Selatan di Sumbar mungkin belum terlalu populer di telinga traveler. Namun di sana juga ada spot wisata hits yang sedang naik daun.

Mengisi waktu akhir pekan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat belum lengkap bila tidak mengunjungi Puncak Bangun Rejo yang menawarkan pesona alam dari ketinggian yang disajikan secara kekinian dan itu menjadi destinasi pilihan masyarakat untuk pergi berlibur.

Lokasinya sangat strategis sekali, di tepi jalan dan tidak perlu trakking. Dapat diakses dengan berbagai jenis kendaraan termasuk bus pariwisata mini. Berada di jalur menuju objek wisata Air Terjun Kembar dan jalur pendakian Gunung Kerinci via Bangun Rejo. Sekitar 7 km dari Kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro atau dari Kota Padang kira-kira 157 km. Tepatnya di Jorong Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabutapen Solok Selatan, Sumatra Barat.

Saat berkunjung ke sini sepanjang mata memadang pepohonan yang hijau tumbuh meninggi di antara bukit barisan itu. Kabut tipis menutupi bukitnya, menghirup udara sejuk bersamaan dengan datangnya awan pembawa mendung. Samar-samar terlihat, seolah bukit itu menyerupai gunung. Puncak Bangun Rejo atau masyarakat menyebutnya Puncak BRJ terdapat pondok makan dan tempat berswafoto yang berada di di Bukit Bontak, persisi dikaki Gunung Kerinci yang ketinggannya. 

sumber foto dari http://www.barrabaa.com/

Kawasan ini baru saja dikembangkan oleh masyarakat setempat pada tahun 2016 lalu dan dukungan pemerintah setempat pun sepertinya tidak ketinggalan sehingga memberikan warna tersendiri bagi pariwisata Kabupaten Solok Selatan. Dari Puncak Bangun Rejo ini kita dapat menikmati sisi-sisi keindahan alam Solok Selatan dari ketinggian sepanjang waktu. Sebab jika pagi atau sore tiba atau pun kala berawan tebal, dari tempat ini seolah berada di negeri di atas awan.

Lain halnya bila cuaca cerah landskap yang tercipta sangat menawan sekali. Begitu juga jika malam hari akan terlihat kelap kelip lampu rumah penduduk yang cantik dan tentunya indah sekali suasananya.

Menu makannya terbilang umum seperti mie goreng, nasi goreng, pecel ayam dan lainnya. Tersedia toilet dan musalla yang representatif. Untuk parkir kendaraan pun gratis. Ada juga colokan untuk isi ulang baterai handphone. Itu juga gratis loh.

Jika saya lihat di papan informasi yang terpasang sebelum menaiki tempat ini akan dikenakan biaya Rp 2 ribu per orang. Ternyata ketika saya mencobanya malah gratis juga. Banyak sekali bonus-bonus yang diberikannya.

Tempat ini cocok menjadi pilihan berlibur bersama keluarga atau nongkrong dengan rekan sejawat sembari menikmati sajian kuliner yang hangat dan pemandangan alam yang memanjakan mata. Begitu dengan suasannya yang sejuk membuat nyaman pengunjung.

2. Kawasan Seribu Rumah Gadang

Sumber foto dari https://prokabar.com/

Jika Anda ingin menikmati suasana perkampungan tradisional Minangkabau tempo dulu yang masih asli datanglah ke Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan yang berjarak 150 kilometer dari Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat.

Memasuki Nagari Koto Baru pengunjung akan menyaksikan perkampungan Minangkabau masa lampau. Ratusan rumah adat Minangkabau atau Rumah Gadang di kiri kanan sepanjang jalan perkampungan sebagian besar masih terawat.

Pemandangan rumah-rumah bagonjongyang artistik ini mampu menghilangkan penat dan capek setelah menempuh perjalanan panjang memakan waktu sekitar 3,5 jam dari Kota Padang.

sumber foto dari https://www.raunsumatra.com/

Tak sulit menemukan kawasan yang pernah digunakan sebagai lokasi syuting film layar lebar Di Bawah Lindungan Kabah yang diangkat dari novel Buya Hamka karena berada di dekat jalan utama Solok Selatan yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, itu.

Memasuki Nagari Koto Baru terlihat plang raksasa bertuliskan “Kawasan Saribu Rumah Gadang” di samping pintu masuk Masjid Raya Koto Baru.

3. Masjid Syekh Sampu

sumber foto dari http://www.pictame.com/@infosolsel

Masjid Syekh Sampu adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Lubuak Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 1837, yang semula bangunannya hanya berukuran 8 x 8 meter dengan kostruksi terbuat dari bambu. Sesuai dengan namanya, pemprakarsa pembangunan masjid ini bernama Syekh Sampu.

Seperti kebanyakan masjid-masjid tua di Nusantara, masjid ini memiliki bentuk atap berundak-undak sebanyak tiga tingkat. Pada tahun 1936, bangunan masjid ini dijadikan semi-permanen dan ukurannya diperluas menjadi 12 x 12 meter.

WordPress Image Lightbox