Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Sorong Selatan adalah sebuah kabupaten di Papua Barat, Indonesia. Luas daratannya adalah 9.408,63 km². Pada tahun 2014, kabupaten ini mempunyai penduduk sejumlah 43.898 jiwa. Ibu kotanya adalah Teminabuan.

Siapa sih yang tidak mengenal kabupaten Sorong? Salah satu kota penghasil minyak terkenal dari zaman Belanda hingga saat ini pun menjadi kota penghasil minyak terdepan di Indonesia. Kota ini terletak di provinsi Papua Barat dengan ibu kota Aimas. Kabupaten ini dikenal juga karena kawasan perairannya banyak ditemui Penyu belimbing atau yang dalam bahasa ilmiahnya bisa di sebut  Dermochelys coriacea vandelli. 

Sorong bukan hanya terkenal dengan julukan kota minyak. Beberapa tempat wisatanya selalu menjadi tujuan para wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara. Na…h! Pada kesempatan ini, Dihai akan berbagi 6 tempat wisata terbaik versi Dihaimoma.com di kabupaten Sorong yang patut sobat pertimbangkan dalam daftar tujuan wisata anda di Papua. Kira-kira tempat wisata apa aja yang ada di Sorong. Kita simak yuk!

1. Pantai Tanjung Kasuari

sumber foto dari https://ksmtour.com

Papua memang terkenal dengan kebudayaan adat istiadat yang masih terjaga. Keindahan hutan yang masih hijau dan lebat juga masih menjadi ciri khas dari Papua. Kota Sorong, adalah salah satu kota termaju di Papua Barat. Sorong juga menjadi gerbang awal untuk memasuki wilayah Papua. Saat di Sorong, berkunjunglah ke Pantai Tanjung Kasuari. Anda akan terkejut dengan keindahan pantainya. Pantai Tanjung Kasuari merupakan salah satu obyek wisata andalan Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Walaupun bernama Pantai Tanjung Kasuari namun pantai ini tidak berada persis di Tanjung Kasuari. Pantai ini berada di teluk yang terletak di balik Tanjung Kasuari. Dan jangan pula dibayangkan anda dapat menemui burung kasuari di tempat wisata ini.

Pantai Tanjung Kasuari terletak sekitar tujuh kilometer ke arah timur dari Kota Sorong hanya 30 menit perjalanan. Anda bisa mencapai Pantai Tanjung Kasuari menggunakan ojek dengan tarif sekitar Rp. 30.000 atau menyewa angkutan umum jika anda pergi beramai-ramai bersama teman dengan tarif sekitar Rp. 100.000-200.000. (Harga dapat berubah sewaktu-waktu). Jika berkunjung ke Pantai Tanjung Kasuari ini anda diwajibkan membeli tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang.

Tempat wisata ini merupakan pantai berpasir putih yang indah dan nyaman untuk dikunjungi. Suasana sejuk dapat anda rasakan saat berkunjung ke pantai ini karena banyak terdapat rerimbunan pohon yang tumbuh di sepanjang pantai ini. Apabila siang hari Pantai Tanjung Kasuari terasa sangat panas lantaran adalah jalur khatulistiwa. Beberapa sudut wilayah pantai menyuguhkan gundukan batuan karang yang menawan dan indah untuk dijadikan tempat berfoto. Saat di pantai, Anda bisa berbaring di bawah rerimbunan pohon-pohon yang tinggi dan hijau. Pasirnya yang putih akan menjadi alas Anda untuk berbaring. Air yang biru dan jernih, serta ombak-ombak yang berderu akan menggoda Anda untuk berenang.  Dan walaupun pantai ini berhadapan langsung dengan laut lepas, namun perairan di pantai ini tergolong aman. Anda tidak akan menemui ombak besar yang mencapai pantai karena ombak akan memecah dalam jarak sekitar 100 m dari bibir pantai terkena dasar pantai yang berkarang.

sumber foto dari https://ksmtour.com

Saat akhir pekan atau hari libur, Pantai Tanjung Kasuari akan ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dari Kota Sorong sendiri maupun dari luar Kota Sorong yang menghabiskan waktu untuk bersantai di pantai ini. Namun pada saat hari kerja, pantai ini menjadi pantai yang hening. Jadi anda bisa pilih kapan waktu yang cocok untuk berkunjung ke pantai ini sesuai selera. Mau suasana pantai yang ramai atau hening tinggal tentukan sendiri hari berkunjung anda. Jangan lupa untuk mengabadikan momen spesial saat berkunjung ke pantai ini dengan kamera Anda.

Selain itu anda juga dapat menikmati santapan disana sambil melihat keindahan Pantai Tanjung Kasuari.Hal tersebut membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari masyarakat luar Kota Sorong.

2. Dusun Kerajinan Sangguer

sumber foto dari http://pariwisatasorongselatan.com/dusun-kerajinan-sengguer/

Kabupaten Sorong Selatan memiliki hasil kerajinan tangan yang menjadi ciri khas di daerahnya. Salah satu kampung yang membuat kerajinan ini adalah Kampung Sungguer, Distrik Wayer yang berjarak sekitar 7 Km dari Kota Teminabuan. Hasil kerajinan tangan tersebut terbuat dari kulit kayu yaitu noken (tas khas Papua), topi, baju, map dan hiasan kepala yang terbuat dari bulu burung Kasuari. Harga yang ditawarkan cukup bervariatif, mulai dari Rp. 50.000,00 – Rp. 1.000.000,00.

Kerajinan tangan ini dibuat sendiri oleh ibu-ibu penduduk asli Kampung Sungguer. Pembeli kerajinan tangan ini kebanyakan adalah dari wisatawan lokal yang berasal dari Kota Sorong dan sekitarnya. Namun ada pula pembeli yang berasal dari luar negeri seperti India dan Negara lain yang berkunjung ke kampung tersebut.

3. Gereja Tua Konda

sumber foto dari http://pariwisatasorongselatan.com/gereja-tua-konda/

Gereja Tua merupakan salah satu bangunan tua yang terdapat di Kampung Konda, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan. Bangunan tersebut berjarak sekitar 15 Km dari Teminabuan.

Untuk sampai di tempat gereja tua ini berada, hanya dapat melalui jalur laut dengan menyewa speedboat ataupun longboat. Di kampung Konda terdapat dermaga kecil untuk menambatkan kapal. Dari dermaga, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri kampung sejauh kurang lebih 200 meter.

Gereja Tua berada di tengah-tengah perkampungan penduduk Kampung Konda. Di kampung ini masih terdapat rumah-rumah tradisional yang berbentuk rumah panggung yang dindingnya terbuat dari kayu.

Gereja Tua dibangun pada tahun 1862 pada masa penjajahan Belanda. Gereja ini memiliki tata bangunan yang sederhana dengan beratapkan bahan tradisional yaitu daun dari pohon sagu, sehingga membuat Gereja Tua ini tetap unik jika dipandang dari kejauhan.

Gereja yang usianya sudah ratusan tahun ini masih digunakan untuk kebaktian setiap hari Minggu oleh penduduk sekitar yang beragama Kristen.

Di samping Gereja terdapat sebuah makam pendeta yang membangun Gereja tersebut. Secara keseluruhan bagian luar Gereja Tua ini cukup rapi, rumput-rumput di halaman Gereja tidak terlalu tinggi dan terlihat terawat dengan baik.

WordPress Image Lightbox