Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Sumba Tengah adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Waibakul. Kabupaten ini adalah pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat. Peresmian kabupaten ini dilakukan pada tanggal 22 Mei 2007 oleh penjabat pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Bayang Amahu, SH.

Bagian utara dan selatan wilayah Kabupaten Sumba Tengah merupakan pesisir meliputi Kecamatan Katikutana Selatan, Kecamatan Mamboro dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sedangkan bagian tengah berupa perbukitan dan dataran tinggi. Wilayahnya berada di ketinggian antara 0-900 meter diatas permukaan air laut (Mdpl) dengan puncak tertingginya berada di Gunung Taculur (913 mdpl). Hampir sebagian wilayahnya memiliki kemiringan lahan 14°-40° dengan kemiringan ke arah utara. Seperti wilayah Pulau Sumba pada umumnya, jenis tanah dan batuan di Kabupaten Sumba Tengah didominasi oleh tanah mediteran serta batuan jenis batu gamping.

Kabupaten Sumba Tengah memiliki dua 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklimnya tergolong kering dengan curah hujan rendah karena hanya 4 bulan yaitu Januari sampai dengan Maret dan Desember yang keadaannya relatif basah. Sedangkan 8 bulan sisanya relatif kering dan gersang. Meski demikian Kabupaten Sumba Tengah memiliki sungai-sungai maupun sumber-sumber mata air yang cukup. Sungai yang melewati wilayah Kabupaten Sumba Tengah diantaranya adalah Sungai Labariri, Bewi dan Pamalar. Sebagian besar sungai-sungai besar di wilayah ini mengalir ke utara.

Di Kabupaten Sumba Tengah masih bisa ditemukan daerah-daerah yang memiliki nilai historis, baik dari segi sejarah maupun sosial budayanya. Di kampung Makatakeri, desa Anakalang, Kecamatan Katikutanal terdapat makam Raja Anakalang seberat 70 ton. Konon, makam itu dikerjakan oleh 2.000 orang selama tiga tahun. Di kampung Lai Tarung yang terletak di atas gunung, terletak makam nenek moyang 12 klan. Beberapa ritual adat masih dilakukan oleh masyarakat Sumba Tengah seperti ritual Purung Ta Kadonga Ratu di Kecamatan Katikutanal, Pawolung Manu dan Tausa Usu Manua di Kecamatan Mamboro serta Purung Ta Liangu Marapu di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat.

1. Air Terjun Matayangu

sumber foto dari https://i.pinimg.com

Nusa Tenggara Timur tidak hanya berisi padang savana dan pulau komodo serta laut-laut yang keren saja. Jauh di dalam hutannya tersimpan permata tersembunyi berbentuk air terjun nan cantik. Inilah Air Terjun Matayangu dengan keindahannya yang bikin semua traveler termangu. Penasaran seperti apa indahnya air terjun ini? Ikuti ulasan Travelingyuk berikut ini.

Kalau lagi traveling di NTT, cobalah untuk menjelajahi kawasan di desa Waimanu, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah. Ada sebuah air terjun cantik yang berada di dalam Taman Nasional Manupe yaitu Air Terjun Matayangu. Taman Nasional ini sendiri merupakan habitat asli dari 57 spesies kupu-kupu dengan tujuh diantaranya endemik Pulau Sumba.

Ada dua air terjun yang berada di lokasi tersebut, pertama air terjun berketinggian 75 meter yang airnya berasal dari sungai di dalam gua. Saat musim hujan ada satu air terjun lain yang berasal dari sungai yang ada di atasnya setinggi 130 meter. Waktu terbaik mengunjungi air terjun ini adalah pada musim hujan atau pada bulan-bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember.

sumber foto dari https://services.sportourism.id/

Matayangu sendiri bagi warga setempat merupakan tempat yang dikeramatkan. Tempat ini sering digunakan warga Merapu untuk beribadah. Mereka percaya bahwa air terjun ini adalah tempat bersemayamnya arwah-arwah leluhur Merapu. Tepat di bawah air terjun terdapat kolam kecil dengan air berwarna biru menawan yang digunakan sebagai pemandian.

Air Terjun Matayangu juga tidak lepas dari cerita mistis. Konon di dalam gua yang menjadi sumber datangnya debit air terdapat makam kuno yang menyimpan barang-barang bersejarah. Saat debit air sedang besar gua ini tidak begitu terlihat namun saat musim kemarau debit air yang keluar lumayan kecil, saat itulah mulut gua akan terlihat jelas.

Tertarik berkunjung ke Air Terjun Matayangu? Kamu bisa mengikuti rute berikut ini, pertama kamu harus melakukan perjalanan udara dari Kupang menuju Waingapu yang memakan waktu satu jam. Selanjutnya melakukan perjalanan darat selama 2 jam dari Waingapu menuju Waikabubak. Dari desa terakhir ini masih butuh 3 jam untuk sampai di Taman Nasional Manupe yang menjadi lokasi keberadaan air terjun. Siapkan fisik yang prima ya.

2. Masjid Agung Baiturrahman

sumber foto dari https://upload.wikimedia.org/

Masjid Agung Baiturrahman adalah sebuah masjid yang terletak di pusat kota Limboto, Kabupaten Gorontalo. Masjid ini dibangun tahun 1979 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi, terakhir dilakukan tahun 2013. Masjid Baiturrahman merupakan masjid terbesar di Kabupaten Gorontalo dengan luas bangunan 22.500 m² dan berdiri di atas tanah seluas 62.500 m².

Jika Anda berada di Sumba Tengah, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Masjid yang megah ini. Suasananya yang damai sangat nyaman untuk menenangkan diri atau hanya sekedar melepas lelah setelah berkeliling di Kabupaten Sumba Tengah ini.

3. Kampung Adat Kabonduk

sumber foto dari https://www.dawainusa.com/

Pulau Sumba terkenal dengan kawasan yang memiliki kampung adat masih terlestari. Salah satu kampung adat yang masih lestari, dan alami yaitu kampung adat Kabonduk di Kabupaten Sumba Tengah. Kampung Adat Kabonduk yang berlokasi di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana ini, merupakan tempat peristirahatan terakhir Raja Anakalang, “Umbu Sappi Pateduk” yang terkenal dengan nama” Watu Raihi Moni” beserta keluarganya. Di kuburan batu sang raja terdapat “Kadu Watu” (batu berbentuk tugu yang tegak), dengan ukiran gambar yang sangat unik. Daerah Nusa Tenggara, terutama Sumba, memang dikenal dengan kuburan batu dan “Kadu Watu”, yang berukirkan gambar-gambar yang melambangkan leluhur, masyarakat, dan hewan atau barang suci dalam kepercayaan masyarakat tradisional Sumba.

Kepercayaan masyarakat tradisional Sumba yang percaya pada kekuatan alam, dan adanya roh leluhur setelah mati, tercerminkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, serta upacara-upacara yang dilakukan termasuk kematian. Kepercayaan ini disebut dengan “Merapu”. Konon, menurut salah satu anggota masyarakat di daerah Sumba, kuburan batu dengan “Kadu Watu” yang berukir menandakan bahwa orang yang meninggal bukan orang biasa, melainkan kepala suku, kepala adat, atau keluarganya. Dan ketika upacara pemakaman dilakukan, maka batu berukuran besar tersebut akan dibawa secara beramai-ramai oleh anggota masyarakat adat dari gunung. Baru kemudian di ukir dengan motif-motif yang sakral, dan mengantar jasad menuju ke dunia roh. Biasanya jasad juga dikuburkan dengan benda-benda yang dianggap bernilai tinggi dan sakral seperti tenun. Didalam tenunan Sumba, terdapat motif yang memang hanya digunakan untuk jasad yang akan dikuburkan.

sumber foto dari https://diyahrestiyati.files.wordpress.com/

Selain itu, tidak hanya kuburan batu, di kampung ini pula kita dapat melihat benda – benda keramat seperti Gong, Tambur dan Tombak Mehang Karaga sebagai salah satu tombak yang digunakan dalam upacara adat “Purung Ta Kadonga Ratu”, yaitu upacara adat meminta turunnya hujan dari leluhur sehingga tanaman padi tidak kekeringan, dan masyarakat kampung tidak kelaparan.

Kampung Adat Kabonduk ini berlokasi tidak jauh dari jalan utama di Kabupaten Sumba Tengah, dan ibukota kabupaten, Anakalang. Jalan yang mulus menuju kampung membuat perjalanan sekitar satu jam dari Anakalang dengan kendaraan roda empat atau setengah jam dengan kendaraan roda dua menjadi tidak terasa.

Untuk memasuki Kampung Adat Kabonduk ini, sebaiknya kita perlu ditemani oleh orang lokal di sana agar bisa mudah mengobrol-ngobrol dengan penduduk kampung. Tidak dikenakan biaya tertentu untuk berjalan-jalan mengelilingi kampung, dan kampung ini buka setiap hari dari pagi sampai sore, karena malam hari penduduk kampung akan beristirahat, sehingga sebaiknya tidak diganggu oleh kedatangan kita. Meskipun kampung ini merupakan kampung adat, sayangnya atap-atap rumah sudah digantikan dengan seng.

WordPress Image Lightbox