Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Sumbawa Barat, adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kabupaten terletak di bagian barat Pulau Sumbawa, berbatasan dengan Laut Flores di utara, Kabupaten Sumbawa di timur, Samudera Hindia di selatan serta Selat Alas di barat.

Sumbawa Barat merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sumbawa pada tanggal 18 Desember 2003 berdasarkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam usianya yang muda kabupaten ini berjuang, khususnya pengembangan pariwisata, mengejar ketertinggalanya dari daerah lain. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki obyek wisata pantai yang tak kalah eksotisnya dengan Bali. Salah satu objek wisata pantai di NTB yang namanya sudah mulai dikenal adalah Pantai Senggigi. Sebenarnya bukan cuma Pantai Senggigi yang dapat dijadikan obyek wisata di NTB. Jika pelancong punya cukup banyak waktu, objek wisata pantai di Kabupaten Sumbawa Barat layak untuk dikunjungi. 

Di Kabupaten Sumbawa Barat ini terdapat beberapa obyek wisata pantai. Mulai dari Pantai Maluk, Pantai Sekongkang, Pantai Tropical, hingga ke Pantai Jelengah. Dari obyek wisata pantai yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat ini, Pantai Maluk merupakan obyek yang paling banyak menarik minat wisatawan. 

1. Pantai Sekongkang

sumber foto dari https://tieetarosita.files.wordpress.com/

Pantai Sekongkang yang cantik dan eksotis Mungkin Anda jarang atau bahkan belum pernah mendengar Pantai Sekongkang. Padahal pantai yang berada di sudut Pulau Sumbawa ini sangat cantik dan eksotis. Pesonanya akan memukau siapa saja yang mengunjunginya. Saya sangat takjub waktu pertama kali melihat pantai ini. Saya jamin, Anda pun akan jatuh hati pada pantai ini begitu Anda melihatnya.

Pantai Sekongkang letaknya tersembunyi di sudut barat daya Pulau Sumbawa, tepatnya di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Untuk menuju pantai ini memang butuh perjuangan. Dari Pelabuhan Poto Tano, di ujung barat Pulau Sumbawa, Anda harus menyusuri jalan berkelok-kelok, naik turun dan kerap berlubang di sana-sini, sejauh 55 km. 

sumber foto dari https://www.kampung-media.com

Namun, semua pengorbanan Anda akan terbayar lunas begitu sampai di Pantai Sekongkang. Pantai berpasir putih bersih nan lembut akan menyambut kedatangan Anda. Air laut sebening kristal berwarna hijau kebiruan pun akan menyegarkan mata Anda. Bukit-bukit yang menjulang tinggi di sekeliling pantai, semakin menambah keeksotisan Pantai Sekongkang ini.

2. Desa Mantar – Bukit Mantar

sumber foto dari https://cdn-asset.hipwee.com/

Mantar merupakan salah satu desa yang masuk wilayah Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang berada di atas punggung bukit pada ketinggian 630 meter di atas permukaan laut.

Sejauh mata memandang yang tersaji adalah keindahan. Sejatinya desa wisata Bukit Mantar di “Bumi Undru” Sumbawa Barat itu menyajikan perpaduan panorama alam yang memesona dan hawa dingin khas pegunungan. 

Memandang ke arah barat kita bisa menyaksikan gugusan pulau dan keindahan pemandangan alam dengan latar belakang pulau Lombok dan selat Alas. Pesona lain yang bisa dinikmati dari atas punggung bukit Mantar adalah Pulau Panjang yang membentang seakan membelah laut perairan Selat Alas.

Dari punggung bukit itu kita juga bisa memandang Gunung Rinjani yang terkenal di dunia karena keindahan dan keunikannya. Dari puncak bukit Mantar kita juga bisa menikmati gugusan pulau-pulau kecil yang dikenal dengan sebutan “Gili Balu” (delapan pulau kecil).

sumber foto dari https://media.travelingyuk.com/

Kendati berada di wilayah terisolir, Mantar merupakan salah satu desa yang cukup dikenal di tingkat nasional, karena desa ini pernah menjadi lokasi pengambilan gambar lm “Serdadu Kumbang” garapan sutradara kondang Ari Sihasale yang mengisahkan tentang kehidupan tiga bocah yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Di ketinggian 630 meter di atas permukaan laut Desa Mantar kini telah dibangun landasan paralayang dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya menggunakan anggaran yang bersumber dari dan tangggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbawa Barat H Tauqurrahman mengatakan akan membangun fasilitas penunjang untuk mendukung keberadaan Desa Mantar sebagai destinasi wisata.

Konsep pembangunan pariwisata di Desa Budaya Bukit Mantar ini akan mengedepankan pariwisata berbasis masyarakat, artinya para wisatawan yang berkunjung ke desa ini bisa menginap di rumah penduduk yang berfungsi sebagai homestay.

Ini akan menjadi sumber pendapatan masyarakat, karena para wisatawan akan membayar penginapan dan makanan yang disuguhkan untuk para wisatawan. Dengan cara ini masyarakat benar-benar akan menikmati dampak pariwisata. Objek wisata Budaya Bukit Mantar menawarkan suasana perdesaan yang penuh kedamaian.

Tak ada hotel bintang atau restoran mewah, kepada para tamu yang menginap akan disuguhkan menu makanan khas Sumbawa, seperti “sepat” dan “singang” (masakan berbahan ikan).

3. Masjid Agung Darussalam

sumber foto dari https://situsbudaya.id/

Pembangunan masjid ini merupakan salah satu bangunan yang di dahulukan pembangunannya bersama dengan dua gedung penting lainnya, yakni, gedung Graha Fitra yang merupakan kantor Bupati Sumbawa Barat dan gedung Sekretariat pemerintahan daerah (Sekda) kabupaten, yang disebut sebagai bangunan tiga serangkai.

Masjid Agung Darussalam yang berada di dalam kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), secara resmi mulai digunakan pada tanggal sembilan Juli 2010.  Sebagai tempat ibadah terbesar di NTB, masjid ini biasa dipergunakan untuk peringatan hari besar Islam.

sumber foto dari http://wisata.pesona.travel

Masjid Darussalam ditopang oleh 99 tiang yang bermakna 9.9 nama Allah Swt. (Asma’ul Husna), 112 anak tangga yang menunjukkan surat Al-lkhlas sebagai surat ke-112 dalam Al-Quran, dan tiga lantai masjid yang mengimplementasikan tiga prinsip dasar masyarakat Sumbawa Barat. Tiga prinsip dasar tersebut adalah Assalamu’alaikum yang bermakna salam untuk silaturrah’im yang kokoh dalam persaudaraan yang harmonis sehingga menciptakan kedamaian dan keselamatan, Warahmatullahi yang berarti rahmat, serta Wabarakatuh yang berarti berkah.

Sekeliling masjid dihiasi kolam seluas sekitar 5.000 m2. Bagian dalamnya terbuat dari kaca sehingga terlihat dari lantai basement. Selain itu, kolam yang merefleksikan bentuk bangunan tersebut juga dihiasi 120 titik air mancur. Untuk memasuki masjid, jamaah harus melewati sebuah jembatan penghubung yang melintasi sungai. Konsep ini sangat jarang terlihat pada bangunan masjid umumnya. Jika Anda berada di Sumbawa Barat, tidak ada salahnya jika Anda sempatkan berkunjung ke masjid ini.

WordPress Image Lightbox