Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Surga Tersembunyi di Kepulauan Banggai

Tak banyak yang mengenal Pulau Banggai, bagian dari ujung timur Sulawesi kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Meski tak banyak tahu, namun Banggai Kepulauan menyimpan potensi wisata bahari yang memikat, baik obyek wisata pantai pasir putih maupun bawah laut.

Banggai Kepulauan memiliki 121 gugusan pulau-pulau yang terbagi dalam 5 pulau sedang dan 116 pulau kecil. Secara geografi Banggai Kepulauan berbatasan langsung dengan Teluk Tomini di sebelah utara, Teluk Tolo di sebelah selatan, Selat Peling di sebelah barat, serta Laut Maluku di sebelah timur.

Ada pun luas wilayah daratan Banggai Kepulauan yang lebih kecil dibanding luas lautannya sehingga pemerintah menetapkan sebagai Taman Nasional Laut dan kawasan andalan laut teluk Tolo Kepulauan Banggai sesuai peraturan pemerintah nomor 26 tahun 2008 tentang rencana tata ruang Nasional, memberi peluang bagi pengembangan wisata bahari.

Ada beberapa tempat tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan, sebut saja permandian Luk Panenteng, Bulangi Utara, keindahan danau Pai Sipuk di Desa Luk Panenteng atau pasir putih membentang sepanjang pesisir pantai Tebeabul, Tinangkung Utara, ditambah dengan susunan batu yang berbentuk lambang cinta (love) yang terdapat di Pantai Teduan, Ambelang.

Selain potensi wisata bahari, dan juga berbagai wisata alam dan pegunungan yang eksotis, wilayah Banggai Kepulauan merupakan salah satu andalan pemerintah daerah setempat untuk menjaring wisatawan.

Banggai merupakan wilayah otonom yang berbentuk Kabupaten dan bagian dari Sulawesi Tengah. Yang membuat kawasan tersebut beda dari kabupaten atau kota lain adalah lautan yang memecahnya menjadi daratan-daratan kecil. Dengan kata lain, Banggai Kepulauan adalah kabupaten maritim. Kamu bisa puas banget wisata bahari di Banggai, mengarungi lautan dan mengintip kehidupan terumbu karang dan ikan-ikan kecil. Mungkin belum banyak tahu soal kepulauan tersebut.

Padahal, ada banyak sekali tempat wisata yang keren-keren, khususnya yang berhubungan dengan bahari. Dulunya sekitar 342 pulau adalah wilayah dari Kabupaten Banggai. Namun setelah dilakukan pemekaran, pulau-pulau di tengah lautan itu menjadi wilayah kabupaten tersendiri. Salah satu sektor penting yang menjadi andalan di Banggai Kepulauan adalah wisatanya. Sebenarnya ada apa saja sih di sana? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Permandian Paisu Batango Lukpanenteng

Sumber foto dari https://child-island-photo.blogspot.com/ (A.M.Satali)

Dahulu permandian ini hanyalah berupa teluk / hol kecil yang menyatu dengan laut secara utuh dan hanya bisa di lalui dengan perahu dan di atas sekitar permandian adalah tebing batu yamg tidak bisa di lalui, namun disekitar pantainyabanyak sekali mata air tawar yang keluar dari sela sela batu, dengan adanya gempa yang terjadi sangat dahsyatpada tahun 1930 selama 7 hari 7 mala, maka batu batu yang ada di atas tebing teluk tersebut berjatuhan ke dalam teluk tersebut dan memisahkan hampir keseluruhan tempat itu dari hubungannya dengan air laut, maka terjadilah tempat permandian yang saat ini dikenal dengan  permandian Paisu Batango.

Awalnya permandian Paisu Batango hanya bisa di lalui dengan perahu saja karena belum ada jalan yang dapat di pakai walaupun hanya jalan setapak, disebabkan adanya tebing batu yang ada disekitar permandian, dan dari tempat inilah warga desa Lukpanenteng dapat mengambil air untuk air minum dan untuk memasak sampai pada saat ini.

Keelokan Indonesia memang sudah tidak terbantahkan lagi. Wisatawan domestik, dan bahkan mancanegara rela mencari wilayah pelosok Indonesia demi menjamah keindahannya yang masih perawan.

Keindahan hingga ketenangan menjadi dua hal yang diburu demi memenuhi hasrat berlibur sempurna. Pesona Indonesia yang membentang di setiap pulaunya, membuat negeri kepulauan ini menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang para wisatawan melanconginya.

Salah satu yang tidak boleh terlewatkan ialah mata air Lukpanenteng. Mata air yang terbuat secara alami ini masih berada di kawasan Sulawesi Tengah, tepatnya ada di Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai, Kepulauan Sulawesi Tengah.

Mata air Lukpanenteng bukanlah sekadar mata air biasa, sebab hanya di destinasi ini saja para traveler bisa melihat birunya air, yang juga sangat jernih tapi berada di sela-sela bebatuan raksasa. Lukpanenteng pun disebut-sebut sebagai Labuan Cermin-nya Sulawesi Tengah saking jernih, dan biru airnya.

Nuansa alami, layaknya di tengah hutan sangat kental terasa ketika berada di mata air tersebut. Pohon-pohon yang tumbuh gagah, dan lebat, hingga batu-batu karang yang besar semakin menambah suasana menjadi seakan Anda seorang petualang yang tersesat.

Saat hendak mengunjungi Lukpanenteng jangan lupa merencanakan untuk menaiki sampan. Pasalnya, para traveler akan merasakan seakan melayang ketika berada di atas sampan, akibat air yang begitu jernih dan biru. Dasar laut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta keindahan bawah air, karena dapat dilihat dengan jelas.

Namun, sayangnya destinasi mengagumkan ini belum sepenuhnya dikelola secara resmi oleh pemerintah, jadi jangan heran ya travelers jika saat ke sana nanti kamu akan menemukan suasana yang benar-benar belum tersentuh tangan-tangan pembangunan manusia. Selain itu, akibat dari hal tersebut juga, membuat Lukpanenteng belum diketahui orang banyak, sehingga ketika berada di sini para traveler akan merasakan suasana yang benar-benar tenang, dan damai.

Bagi Anda yang penasaran, dan ingin melihat indahnya Lukpanenteng, Anda bisa naik pesawat dari Bandara Sis Al-Jufri Palu, dan terbanglah menuju Luwuk. Setibanya di sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Salaka dengan menumpang kapal laut, yang akan memakan waktu sekira satu jam.

Turun dari kapal, Anda masih harus menempuh perjalanan darat, tapi kali ini kamu harus mengambil arah ke Kabupaten Banggai, dengan lama perjalanan dua jam. Setelah tiba di Banggai, boleh deh mencari pemandu dari warga setempat untuk menunjukkan jalan, sekaligus naik sampan ke Mata Air Lukpanenteng. Siapkan fisik yang sehat dan prima ya jika memang berniat ke Lukpanenteng, pasalnya perjalanan yang harus dilakukan cukup menghabiskan energi, tapi akan terbayar lebih jika telah menyaksikan sendiri sihir warna biru Lukpanenteng.

2. Pantai Kilo Lima, Ikonnya Kota Luwuk

Sumber Foto dari Wahyu/detiktravel

Luwuk – Ayo traveling ke Luwuk, Sulawesi Tengah. Pantai Kilo Lima jadi ikon yang musti dikunjungi kalau liburan ke sini.

Pantai Kilo Lima membentang di garis terdepan Kota Luwuk. Layaknya pantai ikonik di kota-kota lainnya di Indonesia, Pantai Kilo Lima juga ditandai dengan papan nama besar yang bisa digunakan wisatawan sebagai backround foto-foto selfie.

Namanya yang cukup unik, mengundang pertanyaan yang menggelitik di benak saya. Mengapa mesti kilo lima?

“Orang Luwuk itu punya kebiasaan menyebut nama tempat sesuai dengan jarak. Contohnya, rumahmu dimana? Itu, ada di kilo delapan, atau di kilo tujuh. Titik nol kilometer di Luwuk itu dekat kantor pos. Dari situ, pantai ini ada di titik lima kilometer. Jadilah Pantai Kilo Lima,” terang Iwan Rusly, warga asli Luwuk yang menemani perjalanan detikTravel.

Menurut Iwan, kebiasaan menyebut nama tempat sesuai dengan jaraknya ini sudah berlangsung sejak turun temurun. Mungkin saja kebiasaan ini diwariskan sejak zaman kolonial Belanda dan terbawa sampai sekarang. Unik memang!

Pantai Kilo Lima sendiri punya garis pantai yang panjang. Letaknya memang seperti berada di atas tebing kecil. Bau-batu besar penahan ombak pun menghiasi pantai ikonik ini.

Untuk menuju ke bawah, traveler bisa turun menggunakan tangga beton bercat merah yang sudah disediakan. Traveler bisa sekadar bermain air sambil celap-celup kaki di sini.

Warna air laut di depan Pantai Kilo Lima sendiri sangat menggoda. Biru muda bergradasi dengan warna yang lebih tua berpadu cantik sejauh mata memandang.

Lebih asyiknya lagi, pantai ini punya tutupan terumbu karang yang masih alami. Dari kejauhan traveler bisa melihat, terumbu karangnya masih sangat sehat dengan ikan berwarna-warni berenang di antaranya. Gila, keren banget!

Traveler bisa berkeliling Pantai Kilo Lima ini naik kapal milik warga setempat. Aktivitas snorkeling sepertinya bisa juga dilakukan di pantai ini. Tetapi sebaiknya ditemani oleh warga yang paham betul dengan karakter pantai ini.

Kalau sedang tidak berminat buat basah-basahan, cukup memandang keindahan laut Luwuk dari atas Pantai Kilo Lima rasanya asyik juga. Disediakan bangku-bangku buat duduk di pantai ini. Melewatkan senja di Pantai Kilo Lima jadi pilihan kegiatan yang mesti kamu coba kalau liburan ke Luwuk.

3. Air terjun tembang

sumber foto dari http://discoverbanggai.com

Sejak pertengahan 2013 silam, air terjun Tembang yang berada di Desa Luksagu ini makin ramai dikunjungi. Pasalnya, Disbudpar Bangkep mulai mempromosikan daya tarik ini ke masyarakat setempat. Dari Salakan, ibukota kabupaten, dapat ditempuh selama 30 menit.

Sesampainya disini, pengunjung akan dimanjakan dengan kesegaran air terjun Tembang. Jadi, bagi Anda yang berminat ke sini, siap-siap bawa pakaian ganti ya!

Disadari bahwa di objek wisata satu ini, fasilitas belum memadai, salah satunya adalah lahan parkir yang terbilang sempit. Padahal, di akhir pekan, tak sedikit pengunjung yang datang ke air terjun Tembang ini. Ya, ini menjadi pr untuk Pemerintah setempat membangun segala infrastruktur yang mendukung destinasi wisata air terjun Tembang ini.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Desa Luksagu dan main-main di air terjun Tembang? 😉

Kepulauan Binggai Tour Package

Duration : 1 Day | Flobamor Tours | VIWI
In the morning we sail to the famous island of Padar, trekking about 30 minutes and will see the beautiful panorama peak of Padar Island.
Start From USD 335*

Day 1

06.20am                     : Participants Are Ready at the Port or participants at Sylvia Hotel should be at Sylvia Beach.
06.30am – 07.30am  :  Labuan Bajo – Padar Island
07.30am – 09.30am  :  Trekking and Taking Pictures On Padar Island
09.30am – 09.50am  :  Padar Island – Komodo Island
09.50am – 11.50am  :  Trekking and Taking Pictures On Padar Island
11.50am – 12.05pm  :  Komodo Island – Pink Beach
12.05pm – 12.35pm  :  Lunch  At Pink Beach
12.35pm – 14.05pm  :  Snorkeling/ Swimming At Pink Beach
14.05pm – 14.45pm  :  Pink Beach – Kanawa Island/ Kelor Island (Chosen One)
15.00pm                     :  We Arrive In Labuan Bajo

NR

NR

NR

NR

WordPress Image Lightbox