Destinasi Pariwisata Daerah Tertinggal

Kabupaten Tojo Una-una adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ampana. Semula kabupaten ini masuk dalam wilayah Kabupaten Poso namun berdasar pada UU No. 32 Tahun 2003 Kabupaten ini berdiri sendiri. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.726 km² dan berpenduduk sebanyak 99.866 jiwa (2000).

Potensi wisata bahari Indonesia sudah tak perlu dijelaskan lagi. Ada banyak potensi destinasi wisata dengan alam yang cantik dan menyebar secara di seluruh kepulauannya. Salah satunya ialah Tojo Una-Una (Touna), sebuah kabupaten di Sulawesi Tengah. Tanahnya belum banyak terjamah, sehingga pantai dan lautnya masih tergolong asri. Bisa dibilang, Touna adalah salah satu dari banyak “surga” di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Bupati Touna Damsi Ladjalani.

Touna terdiri dari daratan dan gugusan pulau-pulau kecil nan eksotik dan menyimpan potensi wisata yang sangat indah khususnya wisata bahari. Kepulauan Togean yang berada di kabupaten kami merupakan kepulauan atau pantai-pantai yang dilalui garis khatulistiwa. Karena itu pula biota lautnya begitu kaya dan mungkin tak dapat ditemui di laut-laut lain.

Untuk titik diving yang paling menarik adalah terdapat lokasi Bomber Wreck Point, warisan Perang Dunia yang kini menjadi rumahnya biota laut. Karena banyaknya kepulauan di kabupaten kami pula, pada tahun 2003 sudah diresmikan menjadi Taman Wisata Alam Laut saat pemerintahan Presiden Megawati. Tak hanya destinasi wisata bahari, Damsik juga menyebutkan bahwa kabupaten ini memiliki destinasi wisata pegunungan, yaitu Gunung Colo yang merupakan satu-satunya gunung aktif di Sulawesi Tengah.

Tak ada penerbangan langsung ke Kabupaten Touna. Sehingga untuk menuju kabupaten ini, wisatawan dapat melalui Palu atau Gorontalo. Kalau dari Palu, wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan bus antar kota. Perjalanannya kira-kira 10 jam. Sedangkan dari Gorontalo bisa dengan jalur laut.

1. Pemandian Malotong

sumber foto dari http://id.geoview.info/

Permandian Alam Malotong memiliki air yang sangat sejuk dan jernih yang terletak di Kecamatan Malotong Kecamatan Ampana Kota. Dewasa ini permandian Malotong menjadi tempat wisata bagi masyarakat lokal yang ada di Ampana Kota dan sekitarnya. Permandian Malotong sangat tepat untuk mengisi waktu libur dengan keluarga. Untuk berkunjung dilokasi wisata ini, kita dapat menggunakan Bendi (salah satu alat transportasi yang menggunakan pedati di tarik oleh Kuda). Permandian ini terdapat pasir putih yang indah dan cocok untuk mandi matahari serta olah raga Voli pantai.

Wisata Permandian Malotong ini merupakan “pintu masuk” ibukota Tojo Una-una, Ampana. Daya tarik yang ditawarkannya sangat bernuansa relaksasi. Air yang bening dan segar, dikelilingi oleh pegunungan kapur di bagian selatan, hutan asri di timur, pantai yang berpasir putih di sebelah barat dan pohon-pohon yang tumbuh alami didalam air dengan akar-akarnya yang berjuntai menambah exotic Wisata Permandian Malotong ini. Mungkin bisa menjadi alternatif terapi alami bagi yang stress akibat rutinitas.

sumber foto dari http://www.pictame.com/tag/malotong

Setiap harinya, lokasi ini ramai dikunjungi oleh orang-orang yang ber-rekreasi atau sekedar melepaskan kepenatan didalam sejuknya air Malotong. Pada musim liburan, di lokasi ini sering diadakan vestifal musik dan berbagai hiburan lainnya.

Bagi yang ingin menikmati makanan  khas Tojo Una-una, disekitar lokasi Wisata Permandian Malotong ini terdapat beberapa warung makan yang ber-arsitektur rumah panggung. Tempat yang cocok bagi anda dan keluarga berileksasi di musim liburan.

2. Masjid Jami Pulau Una-Una

sumber foto dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Masjid Jami Una-Una terletak di desa Binangun, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan letak astronomi 0° 08,713’ S 121° 39,225’ E, dan arah hadap masjid menghadap ke barat-timur.

Masjid Tua Una-Una secara keseluruhan bangunan terbuat dari kayu ulin, dengan arsitektur bangunan masjid merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa,China dan Arap,  denah bangunan empat persegi, dengan luas keseluruhan masjid 18 x 18 meter,sedangkan luas lahan 3000 m2. Atap bangunan terbuat dari seng, atap bertingkat tiga,pada bagian puncak/kubah berbentuk stupa, atap tingkat dua dan tingkat satu berbentuk limas, plafon terbuat dari kayu. Atap seng bagian kubah merupakan seng asli yang sangat tebal, dengan ketebalan 1 cm.

Bangunan masjid terdiri atas tiga lantai,pada lantai pertama terdapat teras, ruang utama, dan ruang untuk Imam. Teras masjid mengelilingi seluruh bangunan dengan lebar 2 meter,ditopang dengan tiang  yang terbuat dari kayu berbentuk bulat dan di beri rooters yang berdiameter 15 cm dengan tinggi tiang 19 m,tiang ini berjumlah 28 buah, dan diberi pagar pembatas setinggi 1,5 meter. Pada bagian timur terdapat tangga naik dengan ukuran 633 cm x 23 cm, dan memiliki anak tangga sebanyak 5 buah, tangga terbuat dari ubin dengan warna krem. Sedangkan tangga yang terdapat pada bagian sebelah utara  merupakan tangga untuk menuju ke tempat mengambil air wudhu. Tempat mengambil air wudhu sebagian besar sudah rusak akibat diterjang lahar pada saat gunung Colo meletus pada tahun 1983.

sumber foto darihttps://scontent-lga3-1.cdninstagram.com/

Pada bagian barat masjid terdapat makam-makam dari pendiri masjid dan masyarakat Una-Una yang memiliki peranan dalam perkembangan pulau Una-Una. Makam-makam dilokasi ini bercampur antara makam baru dan makam lama. Jirat makam terbuat dari campuran semen dan pasir, sedangkan nisan ada yang terbuat dari campuran semen dan pasir, batu andesit serta kayu. Makam yang terdapat di belakang masjid ini berjumlah 14 buah, beberapa makam terdapat nama yang dimakamkan dan angka tahun kematian. Adapun angka tahun yang tertua adalah Makam dari Pasau yang wafat pada Bulan Desember 1954, sedangkan angka tahun termuda adalah pada makam Abdullah Usman yang wafat pada tahun 2007 . Sedangkan tokoh yang disebut sebagai arsitek dari Masjid Tua Jami Una-UnabernamaAdebullah,pada makamnya tidak terdapat angka tahun, makamnya terbuat dari campuran kerikil dan diberi spasi dari semen, sedangkan nisannya dari batu alam berbentuk gadah.

Masjid ini telah direnovasi pertama kali pada Tahun 1962 ,pada tahun 2002 dilakukan rehabilitasi penggantian bagian atap yang anggarannya dari swadaya masyarakat, sedangkan pada tahun 2006 dipugar oleh Kantor BalaiPelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. Tetapi saat ini kondisi Masjid Tua Jami Una-Una dalam kondisi yang rusak, bagian pintu sebelah selatan mengalami kerusakan sebanyak 3 buah pintu, lubang ventilasi pada bagian atas pintu sebagian mengalami kerusakan bahkan terlepas. Sedangkan pada bagian halaman masjid terdapat pagar keliling yang terbuat dari campuran batu kali dan semen, namun sebagian besar telah runtuh.

Adapun lingkungan masijd ditumbuhi oleh sebagian besar pohon kelapa, dan tumbuhan liar, sedangkan batas-batas Masjid Tua Jami Una-Una yaitu, pada bagian utara berbatasan dengan bekas aliran lahar, arah selatan berbatasan kebun kelapa dengan, arah timur berbatasan dengan pemukiman penduduk, dan arah barat berbatasan dengan makam.

3. Pulau Malenge

sumber foto dari https://id.pinterest.com/pin/842876886483096211/?lp=true

Pulau Malenge adalah sebuah pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Pulau ini secara administratif terletak di desa Malenge, kecamatan Walea Kepulauan, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Pulau Malenge memiliki potensi wisata yang kompleks. Di pulau ini, wisatawan dapat melakukan atraksi snorkeling, menyelam, tracking dan rekreasi di pasir putih di Pantai Kadoda, Bonavang, Pantai Poponoton, dan Pantai Batuengkang. Wisatawan dapat juga mengunjungi objek wisata Pulau Angkaio (bahasa lokal suku Togean berarti “Pulau Kepiting Kenari”). objek wisata ini sangat cocok untuk melakukan pengamatan berkaitan dengan kehidupan kepiting kenari yang merupakan salah satu hewan endemik di Sulawesi Tengah.

sumber foto dari https://jorditravelling.com/pulau-malenge/

Lokasi wisata ini memiliki satwa endemik yang hanya dapat hidup di pulau tersebut yaitu Monyet Togean (Macaca Togeannus). Tidak hanya itu, pulau ini juga memungkinkan untuk melakukan pengamatan satwa seperti babi rusa, burung rangkong, tangkasi dan melihat-lihat kehidupan goa yang ada di Dusun Kadoda.

Pulau Malenge dapat dikunjungi dari Ampana dengan mengunakan perahu boat dengan waktu tempuh sekitar 8 (delapan) jam. Masyarakat lokal telah menyediakan fasilitas akomodasi, di antaranya Losmen Malenge Indah dan Losmen Lestari. Di pulau ini, terdapat pula, fasilitas cottage di pantai berpasir putih.

WordPress Image Lightbox